Senin, 01/06/2026 11:58 WIB

AS Kawal Puluhan Kapal Dagang Lintasi Selat Hormuz





Pemerintah AS dilaporkan telah memberikan pengawalan terhadap sekitar 70 kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz dalam kurun tiga pekan terakhir.

Ilustrasi - kapal yang sedang melintasi Selat Hormuz (Foto: Associated Press)

Washington, Jurnas.com - Amerika Serikat dilaporkan telah memberikan pengawalan terhadap sekitar 70 kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz dalam kurun tiga pekan terakhir.

Informasi tersebut diungkap The New York Times (NYT) dengan mengutip sejumlah pejabat dari Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Senin (1/6).

Laporan itu muncul setelah CENTCOM sebelumnya membantah adanya operasi pengawalan kapal yang kembali dilakukan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Meski demikian, pejabat yang menjadi sumber NYT tidak merinci identitas kapal maupun tujuan perjalanan yang mereka tempuh.

Salah satu pejabat hanya menyebutkan bahwa setidaknya ada satu kapal yang berlayar di dekat perairan Iran saat pengawalan berlangsung.

Di sisi lain, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pihaknya terus memantau aktivitas kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.

Aktivitas pengawalan itu terjadi di tengah upaya Washington dan Teheran untuk meredakan ketegangan yang sempat meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Pada 29 Mei lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pencabutan blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan berbeda dari pihak Teheran.

Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengklaim bahwa militer AS masih melanjutkan blokade meskipun pengumuman pencabutan telah disampaikan oleh Washington.

Di tengah situasi tersebut, kedua negara dikabarkan sepakat memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari.

Selain itu, Iran juga menyatakan kesediaannya untuk membersihkan seluruh ranjau yang berada di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.

Kesepakatan lainnya mencakup jaminan bahwa aktivitas pengiriman barang melalui Selat Hormuz tidak akan dikenakan biaya atau pungutan tambahan.

Ketegangan antara kedua negara sebelumnya memuncak setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari.

Konflik tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang. Meski gencatan senjata diumumkan pada 8 April, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan baru.

Setelah itu, AS kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (Sputnik/RIA Novosti)

KEYWORD :

Amerika Serikat Kapal Dagang Selat Hormuz Konflik Timur Tengah Amerika vs Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :