Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma`ruf Cahyono memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Institut STIAMI di Auditorium Institut STIAMI Jakarta, Selasa (5/6).
Jakarta - Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma`ruf Cahyono mengungkapkan jika bangsa ini ingin melihat bagaimana Indonesia di masa depan nanti, maka bangsa Indonesia mesti memahami instrumen-instrumen dasar dan pengaman bangsa ini.
UUD NRI Tahun 1945 dan peundangan dibawahnya, seluruh pasal-pasalnya sebenarnya adalah perangkat pengaman dan instrumen bangsa Indonesia dalam upaya mewujudkan tujuan negara Indonesia yang kemudian juga dilapisi lagi dengan TAP-TAP MPR sebagai instrumen pengaman juga. Hal-hal tersebut tidak boleh hilang dari diri setiap anak bangsa.Untuk itulah, setiap anak bangsa terutama generasi muda mahasiswa dan civitas akademika apapun bidang keilmuannya, seberapun sibuknya harus menyempatkan diri untuk mempelajari instrumen-instrumen tersebut.
Hal itu disampaikan di hadapan mahasiswa Institut STIAMI Jakarta dalam acara Kuliah Umum dan Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat dengan tema `Manajemen Strategis dan Isu-Isu Kekinian Dalam Konteks Konstitusi dan Ketahanan Bangsa` dirangkai dengan Peluncuran Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi Institut STIAMI Jakarta dalam rangka Hari Lahir Pancasila , di Auditorium Institut STIAMI Jakarta, Selasa (5/6).
Diutarakan Ma`ruf Cahyono, apapun nanti yang akan dijalani mahasiswa di masa depannya dalam menapaki profesi dan karir, baik itu menjadi pengacara atau akuntan profesional atau lainnya pasti rujukannya tak akan lepas dari `buku saku` UUD dan peraturan perundangan lainnya.
"Intinya, konstitusi kompatibel dengan semua bidang keilmuan. Konstitusi juga berperan dan bertugas sebagai penjaga bangsa ini dari pengaruh luar yang negatif yang luarbiasa termasuk memelihara internal bangsa Indonesia," katanya.
Ma`ruf menekankan, betapa penting dan berperannya konstitusi dalam menjaga kehidupan dan keutuhan bangsa Indonesia, upaya pemahaman yang benar dan baik serta implementasinya sangatlah perlu dilakukan oleh seluruh anak bangsa. Mengikuti, meramaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR adalah salah satu upaya tersebut.
Berbicara seputar Sosialisasi Empat Pilar MPR, Kabiro Humas Setjen MPR RI mengungkapkan bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR diselenggarakan MPR dengan berbagai metode penyampaian yang disesuaikan dengan peserta yang selama ini mendapatkan respon luarbiasa dari berbagai elemen masyarakat.
"MPR juga memiliki fasilitas informasi terkait MPR, UUD, dan perundangan lainnya yang kesemuanya menggunakan teknologi informasi yang baik. Seperti, MPR memiliki ruangan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Masyarakat bisa mengakses secara langsung di MPR dan bisa juga via online. Hal ini terbukti sangat memudahkan masyarakat memperoleh akses informasi tentang MPR," tandasnya.
Untuk diketahui, pada acara tersebut turut hadir Wakil Rektor IV STIAMI Dr. Hasim A. Abdullah, dosen dan penulis buku Widiyono serta para dekan dan dosen STIAMI Jakarta.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta MPR Ma`ruf Cahyono






















