Wakil Ketua Pansus Angket KPK, Taufiqulhadi
Jakarta - Partai Golkar diminta agar tidak sesuka hati keluar dari Pansus Angket DPR tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, Pansus Angket KPK terbentuk atas permintaan Fraksi Partai Golkar.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Pansus KPK Taufiqulhadi, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/1). Menurutnya, Fraksi Partai Golkar yang memulai terbentuknya Pansus Angket KPK, maka harus diakhiri melalui rekomendasi."Yang meminta itu adalah Golkar juga, jangan sesuka hati. Ini kan bukan persoalan Golkar, lihat fraksi yang lain," kata politikus NasDem itu.Baca juga :
Komisi II DPR Target Bahas RUU Pemilu di 2026
Untuk itu, Ia mengingatkan agar Golkar tidak mengeluarkan ancaman untuk keluar dari Pansus Angket KPK. "Jangan mengancam-ancam. Kan tidak baik. Walau itu fraksi partai besar," tegasnya.
Komisi II DPR Target Bahas RUU Pemilu di 2026
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pansus Angket KPK Golkar NasDem
























