Jum'at, 17/04/2026 13:47 WIB

Datangi Polda Metro, Mentan Syahrul Akui Diperiksa Soal Dugaan Pemerasan





Syahrul mengaku diminta datang ke Polda Metro Jaya oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto. 

Mentan Syahrul Yasin Limpo

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengaku kedatangannya ke Polda Metro Jaya pada Kamis (5/10) siang, untuk memberikan keterangan atas laporan terkait dugaan pemerasan.

"Terkait dengan hal-hal yang dilaporkan oleh masyarakat berkait dengan hal-hal yang, apa ya, seperti apa laporan itu berkait dengan terjadinya pemerasan dan lain-lain sebagainya," kata Syahrul Yasin di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Kamis sore.

Syahrul mengaku diminta datang ke Polda Metro Jaya oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto. Dia mengklaim sudah memberikan seluruh keterangan yang dibutuhkan penyidik.

"Semua yang saya tahu sudah saya sampaikan, dan secara terbuka saya sampaikan apa yang dibutuhkan penyidik," jelas dia.

Syahrul mengaku dimintai keterangan selama tiga jam. Di mana, permintaan keterangan itu berdasarkan laporan dari masyarakat yang masuk sejak 12 Agustus.

Adapun Syahrul Yasin Limpo mendatangi Polda Metro Jaya setelah pulang dari Eropa ke Indonesia. Syahrul baru saja melakukan perjalanan dinas dari Roma, Italia, dan Spanyol.

"Oleh karena itu, saya hari ini baru jam kira-kira, satu atau setengah jam lalu selsai, saya izin ke teman-teman kasih saya kesempatan untuk menarik napas dari sebuah perjalanan yang panjang,"

Untuk diketahui, ramai beredar surat panggilan dari penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terhadap Heri yang merupakan sopir Syahrul.

Surat bernomor B/10339/VIII/RES.3.3./2023/Ditreskrimsus itu menyebut adanya penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan yang dilakukan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain penyelidikan di Polda Metro Jaya, Syahrul juga dikabarkan terjerat kasus korupsi Kementerian Pertanian (Kementan) yang sedang ditangani KPK. Syahrul dikabarkan menjadi salah satu dari tiga tersangka oleh KPK.

Dalam upayanya, KPK pum sudah melakukan penggeledahan. Di rumah dinas Menteri Syahrul Yasin Limpo penyidik menemukan uang senilai Rp30 miliar yang terdiri pecahan rupiah dan mata uang asing serta senjata api.

Kemudian, penggeledahan dilanjutkan di Kantor Kementerian Pertanian. Hasilnya ditemukan dokumen yang terkait dengan kasus korupsi itu.

Terbaru, penyidik juga mendatangi rumah Hatta di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dari upaya paksa itu ditemukan uang Rp400 juta. Temuan yang didapat dari penggeledahan itu kini sedang dianalisis dan akan dilakukan penyitaan.

KEYWORD :

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Polda Metro Jaya Nasdem KPK




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :