Selasa, 02/06/2026 10:48 WIB

Legislator Gerindra: Kritik Dino ke Prabowo Tak Konstruktif dan Kurang Etis





Bahkan ada tendensi kritik beliau sebagai serangan politik yang membabi buta dan sekadar mengolok-olok pemerintahan Pak Prabowo

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman

Jakarta, Jurnas.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menilai kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terhadap Presiden Prabowo Subianto tidak konstruktif karena dinilai tidak didasarkan pada informasi yang akurat.

Menurut Habiburokhman, di era demokrasi dan keterbukaan saat ini, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar. Namun, kritik tersebut seharusnya disampaikan secara objektif dan memberikan solusi yang relevan.

“Di era demokrasi dan keterbukaan tentu kita senantiasa membuka diri terhadap kritik, termasuk dari mantan pejabat tinggi seperti Dino Patti Djalal. Namun sebagai sesama anak bangsa, saya harus mengkritik balik Dino. Kritik beliau tidak produktif karena tidak berbasis informasi yang akurat,” kata Habiburokhman dalam keterangannya, Selasa (2/6).

Ketua Komisi III DPR RI itu menilai terdapat kecenderungan kritik Dino lebih menyerupai serangan politik terhadap pemerintahan Prabowo ketimbang masukan yang bersifat membangun.

“Bahkan ada tendensi kritik beliau sebagai serangan politik yang membabi buta dan sekadar mengolok-olok pemerintahan Pak Prabowo,” ujarnya.

Habiburokhman juga menyoroti usulan Dino agar Presiden Prabowo lebih banyak mengundang pemimpin negara lain ke Indonesia. Menurutnya, pandangan tersebut kurang tepat mengingat dinamika geopolitik global yang saat ini penuh ketidakpastian.

Ia mencontohkan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang tetap aktif melakukan kunjungan ke luar negeri demi memperjuangkan kepentingan nasional negaranya.

“Di tengah ketidakpastian situasi global saat ini, bahkan Donald Trump merasa perlu mengunjungi China untuk memperjuangkan kepentingan negaranya. Menurut kami justru Presiden Prabowo harus sangat proaktif, baik menerima kunjungan maupun mengunjungi pemimpin negara lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Habiburokhman menilai kurang etis apabila Dino yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri mengkritik kinerja politik luar negeri pemerintahan saat ini.

Menurut dia, di banyak negara maju, mantan pejabat umumnya membatasi diri dalam mengkritik penerusnya sebagai bentuk penghormatan terhadap pihak yang sedang menjalankan tugas pemerintahan.

“Hal tersebut didasarkan pada sikap menghormati orang yang sedang bekerja. Kritik mantan pejabat kepada penerusnya bahkan bisa menjadi bumerang jika publik membandingkan kinerja si mantan dengan yang sedang menjabat,” pungkasnya.

 

 

 

KEYWORD :

Warta DPR Habiburokhman Gerindra kritik Dino Patti Djalal Prabowo Subianto kunjungan luar negeri




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :