Jum'at, 17/04/2026 12:24 WIB

Antisipasi El Nino, Kementan Dorong Sumut Tambah Indeks Pertanaman





Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengajak pemerintah dan petani di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menaikkan indeks pertanaman (IP) di lahan pertanian eksisting. 

Tanam padi menggunakan alat mesin pertanian. (Foto: Ist)

JAKARTA, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengajak pemerintah dan petani di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menaikkan indeks pertanaman (IP) di lahan pertanian eksisting. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi dampak El Nino pada produksi padi dalam pemenuhan kebutuhan pangan pokok.

"Hari ini saya bersama Bapak Gubernur Sumatera Utara memenuhi perintah Bapak Presiden untuk mempersiapkan seluruh langkah mengantisipasi kebutuhan pangan nasional menghadapi El Nino," kata Mentan pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Dampak El- Nino di Sumut di Aula Raja Inal Kantor Gubernur Sumut, Jumat (4/8/23).

Ia mengatakan, dampak El- Nino tidak bisa diprediksi namun upaya mengatasi dampak yang akan terjadi utamanya pada sektor pangan akan dilakukan sedini mungkin. Dengan begitu, kondisi ketersediaan pangan khususnya beras harus bisa dijamin secara maksimal.

"Oleh karena itu, Bapak Presiden memerintahkan kepada saya mempersiapkan kurang lebih 500 ribu hektare di seluruh Indonesia. Ini bukan membuat lahan baru, tapi menambah pertanaman baru. Kalau sebelumnya tanam cuma 1 atau 2 kali dalam setahun, kita tingkatkan jadi 2 sampai 3 kali tanam," terangnya.

Ia mengatakan ada enam provinsi di seluruh Indonesia yang akan dilakukan intervensi Kementerian Pertanian (Kementan) yakni Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, tiga Provinsi di Jawa dan provinsi pendamping yakni Lampung, NTB, Kalsel maupun Banten.

"Akan ada 500 ribu hektare dan kita berharap lahan ini akan ditempatkan pada zona hijau. Zona ini adalah zona yang kalaupun ada Elnino besok tapi ketersediaan air bisa kita jamin dan tentu dengan menggunakan mekanisasi, intervensi teknologi, bahkan dengan kekuatan varietas-varietas yang tahan hama," ucapnya.

Sementa itu, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan Provinsi Sumut salah satu penyedia pangan nasional dan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga harus mampu menghadapi dapak El Nino.

"Kehadiran Bapak Menteri sudah kita tunggu, karena Sumatera Utara juga siap berkontribusi pada kepentingan pangan nasional, khususnya pangan yang dapat memicu inflasi dan merosotnya perekonomian Sumatera Utara mengingat sumbangan sektor pertanian terhadap perekonomian sangat besar," kata Edi.

Edi menjelaskan ada beberapa langkah yang akan dilakukan Sumut dalam mengantisipasi El- Nino diantaranya menyediakan 2 juta tanaman hortikultura seperti cabai, bawang di dalam pot/polibek untuk dibagikan ke masing - masing rumah tangga sebanyak 50 polibek.

Untuk mengantisipasi pasokan yang melimpah dari produksi 2 juta tanaman cabai dari polibek tersebut, BUMD akan membeli dari masyarakat dan menjual kepada Indofood sukses makmur sebagai pembeli. "Harapanya adalah harga di tingkat masyarakat stabil atau tidak terjadi deflasi,” terangnya.

Langkah lain yang dilakukan antara lain, sambungnya, menyediakan pompa air di masing - masing kota sebanyak 124 unit. Kemudian membangun PLTS untuk menggerakkan pompa air sebanyak 7 unit, menyiapkan 35 waduk di 7 kabupaten.

"Kita siap melakukan antisipasi karna sudah ada warning khususnya dari Kementerian Pertanian akan dampak El-Nino dan kita sudah siapkan kabupaten yang akan kita fokuskan dalam pengembangan pangan," tutup Edi.

KEYWORD :

Indeks Pertanaman Syahrul Yasin Limpo Provinsi Sumatera Utara El Nino




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :