Minggu, 19/04/2026 11:12 WIB

Apa Itu Super El Nino? Ini Prediksi Terbaru dan Dampaknya ke Dunia





Para ilmuwan memperingatkan kemungkinan munculnya fenomena Super El Niño dalam waktu dekat, seiring terdeteksinya penumpukan panas besar di bawah permukaan laut

Ilustrasi musim kemarau - fenomena Super El Nino (Foto: Pexels/Andre Furtado)

Jakarta, Jurnas.com - Para ilmuwan memperingatkan kemungkinan munculnya fenomena Super El Niño dalam waktu dekat, seiring terdeteksinya penumpukan panas besar di bawah permukaan Samudra Pasifik tropis.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah ancaman terbesar dalam krisis iklim global.

Penelitian terbaru dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts menunjukkan adanya pergerakan panas di bawah permukaan laut yang mulai memengaruhi kondisi di permukaan.

Dikutip dari Earth, air hangat kini bergerak ke arah timur di bawah lapisan permukaan yang masih relatif dingin, menjadi sinyal awal terbentuknya El Niño.

Kondisi ini biasanya menjadi indikator bahwa pemanasan di permukaan laut dapat meningkat dengan cepat dalam beberapa bulan ke depan. Perubahan ini berkaitan erat dengan melemahnya angin pasat di Pasifik, yang biasanya mendorong air hangat ke arah barat.

Ketika angin tersebut melemah atau berubah arah, gelombang panas laut yang dikenal sebagai gelombang Kelvin bergerak ke timur menuju Amerika Selatan. Akibatnya, lapisan air dingin di bawah permukaan terdorong lebih dalam, sehingga suhu permukaan laut di wilayah timur Pasifik meningkat.

Badan NOAA Climate Prediction Center memperkirakan peluang terbentuknya El Niño mencapai 62 persen pada periode Juni hingga Agustus 2026. Bahkan, terdapat kemungkinan sekitar 25 persen bahwa fenomena ini dapat berkembang menjadi peristiwa yang sangat kuat menjelang akhir tahun.

Meski demikian, para ilmuwan mengingatkan bahwa prediksi El Niño pada musim semi masih memiliki tingkat ketidakpastian tinggi, yang dikenal sebagai “spring predictability barrier”. Pada periode ini, interaksi antara laut dan atmosfer cenderung melemah, sehingga proyeksi dapat berubah dengan cepat.

Jika El Niño menguat, dampaknya bisa dirasakan secara global. Di Amerika Utara, aliran jet stream biasanya bergeser ke selatan, menyebabkan wilayah selatan menjadi lebih basah sementara bagian utara cenderung lebih hangat dan kering.

Selain itu, angin di atmosfer atas dapat menghambat pembentukan badai tropis di Atlantik.

Di kawasan pesisir Amerika Selatan, berkurangnya arus naik air dingin yang kaya nutrisi dapat mengganggu ekosistem laut. Hal ini berpotensi menurunkan populasi plankton, ikan, hingga burung laut, serta memengaruhi mata pencaharian masyarakat pesisir.

Para peneliti menekankan bahwa beberapa minggu ke depan akan menjadi periode krusial. Jika angin barat kembali menguat, lebih banyak panas akan terdorong ke timur dan meningkatkan peluang terbentuknya El Niño yang lebih kuat.

Meski tidak dapat dicegah, prediksi dini memberi waktu bagi berbagai pihak, mulai dari petani, pengelola air, hingga pemerintah, untuk mempersiapkan diri menghadapi dampaknya.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Geoscientific Model Development. (*)

KEYWORD :

Super El Nino Dampak El Nino Suhu Global Suhu Permukaan Laut




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :