Susilo Bambang Yudhoyono/antara
Jakarta - Mantan Presiden Keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pernyataan prihatin terhadap kondisi demokrasi saat ini. Dia mengaku mendapat tekanan dari kekuatan politik penguasa yang tidak hanya mengarah terhadap keluarganya, juga kepada rekan dan kolega dirinya selama ini.
"Terus terang bulan ini banyak yang tidak berani ketemu saya dan tidak terima telepon. Katanya takut disadap dan ikutan susah," ujar SBY dalam konferensi pers di kediaman pribadinya di Mega Kuningan Timur VII 26, Jakarta Selatan, Selasa malam (14/2/2017)..SBY mengatakan, pihaknya baru saja melakukan dzikir dan doa bersama sebelum akhirnya memberikan pernyataan publik mengenai berbagai situasi politik yang menyudutkannya. "Kami malam ini tengah melakukan dzikir dan doa, setelah empat bulan lebih kami semua dan tim pemenangan agus silvy berikhtiar. Waktunya buat berserah diri," ucapnya.Lebih lanjut SBY menegaskan, pihaknya terpaksa memberikan klarifikasi publik atas tuduhan Mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang mengaitkan dirinya dengan kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Ia menilai ucapan Antasari tersebut diskenario pihak tertentu dengan tujuan menyudutkan dirinya.Baca juga :
SBY Akan Hadiri Pelantikan Prabowo
SBY Akan Hadiri Pelantikan Prabowo
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Susilo Bambang Yudhoyono Antasari Azhar


























