Model pipa gas alam dan logo Gazprom, 18 Juli 2022. (Reuters)
JAKARTA, Jurnas.com - Türkiye dilaporkan telah setuju dengan Rusia untuk menunda pembayaran gas alam senilai $600 juta hingga tahun depan.
Pekan lalu, Ankara mengumumkan kesepakatan dengan Gazprom Rusia tentang penangguhan pembayaran sebagian dari gas alam yang diimpornya setelah lonjakan harga tahun lalu, tetapi tidak menyebutkan jumlahnya.
Türkiye dapat menunda hingga $4 miliar pembayaran energi ke Rusia hingga 2024 berdasarkan ketentuan perjanjian, sumber mengatakan kepada Reuters tanpa menyebut nama.
Defisit neraca berjalan Ankara melonjak tahun lalu, didorong oleh kenaikan biaya energi. Türkiye dilaporkan menghabiskan hampir $100 miliar untuk impor energi pada tahun 2022. Hingga Februari tahun ini, negara tersebut mengimpor 39% dari total 53,5 miliar meter kubik (bcm) gas alam dari Rusia.
Penundaan pembayaran gas dipandang sebagai kelegaan bagi anggaran Turki, yang sebagian besar tegang karena kebijakan fiskal untuk mendukung lira.
"Secara resmi pembayaran senilai $600 juta telah ditunda hingga tahun depan. Kenaikan harga energi berdampak besar pada hal ini," kata Reuters mengutip seorang sumber.
Media tersebut menambahkan bahwa pembayaran lebih lanjut dapat didorong kembali dalam beberapa bulan mendatang, tergantung pada harga energi.
Türkiye sangat bergantung pada impor minyak dan gas dari Rusia, Azerbaijan, Iran, Nigeria, dan Aljazair, serta pasokan gas alam cair dari Qatar dan Amerika Serikat (AS).
Sumber: RT
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Türkiye Gas Alam Rusia Amerika Serikat



























