Minggu, 19/04/2026 04:35 WIB

Zelenskyy Sebut Serangan Rusia di Kota Vinnytsia Sebagai Tindakan Terorisme





Zelenskyy sebut serangan Rusia di Kota Vinnytsia sebagai tindakan terorisme.

Bangunan dan mobil yang rusak di lokasi serangan rudal Rusia yang mematikan di Vinnytsia, Ukraina, pada 14 Juli 2022, yang menewaskan sedikitnya orang (Valentyn Ogirenko/Reuters)

JAKARTA, Jurnas.com - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan, serangan mematikan Rusia di kota Vinnytsia di Ukraina tengah, sebagai tindakan terorisme terbuka. Serangan itu menewaskan sedikitnya 23 orang, termasuk tiga anak.

"Ada delapan roket, dua di antaranya menghantam pusat kota. Dua puluh orang tewas, termasuk tiga anak-anak. Ada banyak, sejumlah besar yang terluka," kata Zelenskyy saat berpidato di hadapan para pejabat Eropa yang bertemu di Den Haag.

Serangan yang terjadi pada Kamis di sebuah kota ratusan kilometer dari pertempuran garis depan dan jauh dari invasi pasukan Rusia terjadi ketika para pejabat Uni Eropa berkumpul di Den Haag untuk membahas kejahatan perang Rusia di Ukraina.

Zelenskyy mengheningkan cipta sebelum mendesak pejabat Uni Eropa dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk membuka pengadilan khusus atas invasi Rusia ke negaranya dan pembantaian warga sipil.

"Saya percaya tidak dapat dihindari bahwa Pengadilan Kriminal Internasional akan membawa pertanggungjawaban kepada mereka yang bersalah atas kejahatan di bawah yurisdiksinya: kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, genosida," katanya.

ICC di Den Haag membuka penyelidikan atas kemungkinan kejahatan perang di Ukraina hanya beberapa hari setelah pasukan Moskow menyerbu pada Februari dan telah mengirim lusinan penyelidik ke negara itu untuk mengumpulkan bukti.

Ribuan orang telah terbunuh, kota-kota telah dihancurkan, dan jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak Rusia menyerbu.

"Setiap hari, Rusia membunuh warga sipil, membunuh anak-anak Ukraina, melakukan serangan rudal ke fasilitas sipil di mana tidak ada target militer. Apa ini, jika bukan aksi terorisme terbuka?" kata Zelensky.

Dalam komentar di Twitter, Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba menuduh negara yang berjuluk Beruang Merah itu melakukan kejahatan perang lain pada Kamis (14/7).

"Ini adalah terorisme. Pembunuhan yang disengaja terhadap warga sipil untuk menyebarkan ketakutan. Rusia adalah negara teroris dan harus diakui secara hukum," tulis Kuleba.

Seorang juru bicara militer Ukraina mengatakan pasukannya telah berhasil melumpuhkan dua dari rentetan rudal jelajah yang diluncurkan dari kapal selam Rusia di Laut Hitam dan menyebabkan kerusakan luas dan kematian di Vinnytsia.

Serangan mematikan di Ukraina tengah telah menjadi relatif jarang, tetapi perang telah berkecamuk di sekitar kota-kota seperti Mykolaiv di selatan, yang menurut kepresidenan terkena serangan rudal besar-besaran.

"Dua sekolah, infrastruktur transportasi dan sebuah hotel rusak," kata kantor kepresidenan Ukraina dalam pembaruan militer pagi hari Kamis.

Pertempuran terberat di Ukraina, bagaimanapun, baru-baru ini terfokus pada kawasan industri Donbas di timur.

Sumber: Aljazeera

KEYWORD :

Serangan Rusia Ukraina Kota Vinnytsia Terorisme Terbuka Volodymyr Zelenskyy




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :