Jum'at, 05/06/2026 22:03 WIB

Kritik Keras Slank Lewat Album Republik Fufufafa, Ada Lagu Rusak Ancur





Slank keluarkan album dengan kritik kerasnya berjudul Republik Fufufafa. Termasuk lagu Rusak Ancur.

Grup Band Slank luncurkan album Republik Fufufafa. (Foto: Jurnas/Ira).

Jakarta, Jurnas.com- Pertengahan tahun 2026 dipilih Slank sebagai waktu yang tepat untuk merilis karya terbaru, yaitu album Republik Fufufafa. Tanggal 5 Juni dipilih karena bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sesuai dengan tema besar yang diusung Slank dalam Album Launching Party Republik Fufuafa bareng Slank di Markas Slank Jalan Potlot, Jumat (5/6/2026).

Album studio ke-26 Slank memuat 10 lagu baru yang proses rekamannya dilakukan selama bulan suci Ramadhan tahun 2025, berlokasi di Flat 5 Studio milik Ridho Hafiedz, kemudian dilanjut di Parah Studio, Potlot 14. Selama 2 minggu, Slank menjalani kegiatan berpuasa Ramadhan dengan produktivitas di dalam studio sejak pagi hingga menjelang waktu berbuka.

Setiap harinya, dimulai dengan workshop selama beberapa jam, dilanjut proses tracking untuk masing-masing instrumen secara bergantian. Tentunya dengan jeda sholat berjamaah di setiap adzan berkumandang dan buka puasa bersama sebagai penutup kegiatan rekaman.

Dalam setiap album Slank, terkandung 4 unsur yang selalu ada yaitu Cinta, Alam, Sosial dan Youth (anak muda). Begitu juga dengan album yang cover depannya menampilkan kelima personil Slank memakai make up badut nackal karya teman-teman dari Face Painting Jakarta ini. Lagulagu dari album Republik Fufufafa, mulai ditulis oleh Bimbim di sepanjang tahun 2024. Sementara Kaka menulis lagu ciptaannya di tahun 2021.

"Slank nggak kemana-mana. Slank tetap ada. Kalau ada yang belok kanan, kita tinggalin, kita tetap maju," kata Bimbim.

Selain itu, album Republik Fufufafa juga menghadirkan variasi genre musik yang fresh dari Slank. Mulai dari rock alternative, rock n’ roll, hingga ballad melankolis yang menghanyutkan. Penggunaan lirik dalam lagu-lagunya juga terlihat sederhana namun kuat dalam makna, sesuai dengan cerminan dari jiwa slengeannya Slank.

Sebelum albumnya dirilis, 2 lagu ciptaan Bimbim yaitu “Republik Fufufafa” dan “PPN 12%” yang mengangkat isu sosial, lebih dulu diperkenalkan Slank yang secara kontan menggemparkan publik dan menjadi trending topic di berbagai platform media sosial.

Peluncuran album Republik Fufufafa juga dibarengi dengan perilisan music video untuk lagu Rusak Ancur. Sebuah lagu ciptaan Bimbim yang menjadi alat penyampaian kritik keras Slank, atas kerusakan alam yang terjadi akibat ulah banyak pihak. Berikutnya ada lagu Jangan Rakus yang diciptakan oleh Kaka, sebagai pengingat untuk Kita semua agar merasa berkecukupan dengan "Ambil yang Kau perlu, makan yang Kau butuh".

Istilah masa kini, jangan jadi Kaum Mendang-Mending yang kerap membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Sesuai potongan liriknya, "Diikutin gak cukup-cukup, ngebandingin orang melulu".

Urutan kelima ada lagu Di Dekatmu yang diciptakan oleh Kaka dan Bimbim. Lagu ini memiliki lirik sederhana dengan bahasa slengean, tentang pria yang membutuhkan sosok wanita di dekatnya. Dengan balutan aransemen yang melankolis namun begitu elegan. My Rinduku adalah lagu terbaru Slank yang liriknya sangat simple & to the point. Tanpa banyak kata, tapi cukup untuk mewakili rasa rindu terhadap pasangan. Suara siulan bibir yang sudah lama tidak terdengar di lagu Slank, kembali disematkan di lagu ciptaan Bimbim yang juga mengangkat aransemen rock n` roll-nya Slank. Setahun sebelum rekaman, Bimbim merasakan duka mendalam yang disebabkan oleh kepergian sosok panutan, yaitu Pak Sidharta. Rasa kehilangan dan kerinduan mendalam itu, akhirnya dicurahkan lewat lagu Papa Sid yang dinyanyikan oleh Bimbim.

KEYWORD :

Republik Fufufafa Hari Lingkungan Hidup Kaka dan Bimbim




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :