Selasa, 21/07/2026 09:59 WIB

Pengamat RSI: Baru Spanyol dan Brazil yang Patahkan Mitos Piala Dunia





Akhirnya terbukti sampai dengan berakhirnya Piala Dunia 2026, hanya Spanyol dan Brazil yang berhasil mematahkan mitos piala dunia

Pengamat Olahraga dan juga pendiri Rakyat Sepakbola Indonesia (RSI) Frans Immanuel Saragih. Foto: dok. jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Perhelatan Piala Dunia 2026 yang diadakan oleh tiga negara (Amerika, Mexico, dan Kanada) akhirnya usai dengan kemenangan diperoleh Spanyol setelah berhasil menundukkan Argentina dengan skor 1-0 dalam perpanjangan waktu, pada Minggu (20/7/2026).

Pengamat Olahraga dan juga pendiri Rakyat Sepakbola Indonesia (RSI) Frans Immanuel Saragih mengucapkan selamat kepada Spanyol atas kemenangan yang cukup menegangkan tersebut.

“Akhirnya terbukti sampai dengan berakhirnya Piala Dunia 2026, hanya Spanyol dan Brazil yang berhasil mematahkan mitos piala dunia,” kata Frans.

Frans mengatakan, selama ini mitosnya adalah bahwa juara selalu berasal dari negara dimana penyelenggaranya dari benua setempat. Misalnya kalau benua Amerika maka juaranya akan dari negara di benua Amerika, begitu juga sebaliknya apabila diadakan Eropa.

“Memang benar Asia dan Afrika pernah menjadi penyelenggara Piala Dunia tetapi tim dari Asia dan Afrika belum mampu berbicara banyak dalam kompetisi Piala Dunia,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan memecahkan mitos dilakukan Spanyol yang menjadi juara Piala Dunia 2026 di benua Amerika. Kemudian Brazil yang pada tahun 1958 menjadi juara dunia di benua Eropa.

“Jadi boleh dikatakan Spanyol dan Brazil sudah menjadi legenda sepakbola dunia dalam hal memecahkan mitos dan juara di benua berbeda,” jelas Frans.

Apalagi Eropa mampu menjadi kekuatan besar di Piala Dunia 2026 kali ini, yaitu Juara Spanyol, Pemain Terbaik (Golden Ball) Spanyol, Pencetak Gol Terbanyak (Golen Boot) dari Prancis, dan Kiper terbaik (Golden Glove) dari Spanyol, Pemain Muda Terbaik dari Spanyol, dan Tim Fair Play dari Belanda. Keseluruhannya dari Eropa.

“Jadi boleh dikatakan Eropa berhasil menghancurkan total dominasi benua Amerika di Piala Dunia 2026,” ungkap Frans.

Menurut Frans, pelajaran yang bisa kita petik dari Piala Dunia kali ini adalah melihat bagaimana disiplin dalam bermain dan kreativitas serta kemampuan  membalikkan keadaan dalam kondisi tertekan atau dengan kata lain mental.

“Kita berharap timnas Indonesia dapat tampil di Piala Dunia 2030, dan masih ada waktu mempersiapkan tim sebaik mungkin,” pungkas Frans.

KEYWORD :

Piala Dunia Frans Saragih Mitos Pildun




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :