Jum'at, 04/09/2026 12:47 WIB

Dua Orang Selamat Setelah Terjebak Lebih dari Sepekan di Terowongan Nepal





Banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah Nepal setelah hujan deras memicu bencana di kawasan perbatasan dengan China

Operasi penyelamatan bencana banjir Nepal-Tibet (Foto: AP)

Jakarta, Jurnas.com - Dua orang ditemukan hidup setelah terjebak selama lebih dari sepekan di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air di Nepal yang terdampak banjir bandang mematikan.

Keduanya berhasil dievakuasi dari terowongan di Trishuli 3A Hydropower Project pada Jumat (4/9), setelah tim penyelamat mendengar suara dari dalam terowongan pada pagi hari.

Penemuan tersebut menjadi titik terang di tengah operasi pencarian besar-besaran setelah banjir bandang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan China.

Menurut laporan BBC yang dikutip dalam data tersebut, Kementerian Energi Nepal memperkirakan setidaknya 42 orang masih berpeluang diselamatkan dari dalam terowongan.

Korban pertama yang berhasil dievakuasi bernama Sanjaya Shah. Ia diterbangkan menggunakan helikopter ke sebuah rumah sakit di Battar, wilayah barat laut Kathmandu.

Sementara korban kedua, Kabir Maharjan, sedang dipersiapkan untuk dibawa ke Chhauni Hospital, rumah sakit militer di Kathmandu.

Banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah Nepal setelah hujan deras memicu bencana di kawasan perbatasan dengan China.

Distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading dan Kavre termasuk wilayah yang terdampak. Banjir juga menerjang Lembah Kathmandu, salah satu kawasan penting di Nepal.

Dampaknya tidak hanya dirasakan di Nepal. Di wilayah China, banjir dan material longsor juga menimbun kawasan Gyirong Port di Xizang Autonomous Region, China barat daya, yang juga dikenal sebagai Tibet.

Besarnya dampak bencana membuat operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan. Tim penyelamat harus menyisir wilayah terdampak untuk mencari orang-orang yang masih hilang.

Otoritas Nepal telah mengonfirmasi 1.259 orang meninggal dunia, sementara 5.083 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang yang terjadi pekan sebelumnya.

Di China, otoritas melaporkan 21 orang meninggal dunia dan 541 orang masih dalam pencarian.

Jika digabungkan, korban meninggal akibat bencana di kedua negara mencapai 1.280 orang, sedangkan 5.624 orang masih dinyatakan hilang.

Dari jumlah orang yang masih hilang tersebut, sebanyak 844 orang merupakan warga negara asing. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Banjir Bandang Perbatasan Nepal-China Korban Banjir




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :