Ilustrasi - ini waktu terbaik untuk membaca Ratib Al Haddad dan keutamaannya (Foto: AI)
Jakarta, Jurnas.com - Ratib Al-Haddad merupakan salah satu rangkaian zikir dan doa yang banyak diamalkan umat Islam, khususnya dalam tradisi pesantren dan majelis zikir.
Ratib ini disusun oleh Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad, ulama asal Hadramaut yang hidup pada abad ke-11 Hijriah.
Ratib Al-Haddad berisi sejumlah ayat Al-Qur`an, zikir, selawat, doa, dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Susunan bacaan tersebut menjadi sarana bagi umat Islam untuk memperbanyak zikir sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pada dasarnya, zikir dapat dilakukan kapan saja. Namun, terdapat waktu yang dianjurkan untuk membaca Ratib Al-Haddad.
Waktu yang paling utama adalah setelah salat Isya. Selain itu, Ratib Al-Haddad juga dapat diamalkan setelah salat Subuh. Membacanya satu kali dalam sehari semalam dinilai sudah cukup untuk mengamalkannya secara rutin.
Tafsiran Surat Al-Ikhlas dan Kandungan Maknanya
Pada bulan Ramadan, waktu pembacaan Ratib Al-Haddad dapat dimajukan menjadi sebelum salat Isya. Hal tersebut dilakukan agar umat Islam memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan salat Tarawih.
Ratib Al-Haddad juga dapat dibaca secara individu maupun bersama-sama dalam majelis zikir. Karena pada dasarnya zikir tidak terikat pada satu waktu tertentu, seseorang tetap dapat membacanya ketika memiliki kesempatan.
Batas Ketaatan Kepada Manusia dalam Ajaran Islam
Mengamalkan Ratib Al-Haddad secara rutin dapat menjadi sarana untuk memperbanyak zikir dan mengingat Allah SWT. Kandungan bacaan di dalamnya juga mencakup doa memohon ampun, perlindungan, keberkahan, serta kebaikan dalam kehidupan.
Salah satu landasan umum mengenai keutamaan berzikir terdapat dalam Al-Qur`an, Surah Ar-Ra`d ayat 28:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Karena itu, Ratib Al-Haddad dapat menjadi salah satu bentuk amalan untuk membiasakan diri mengingat Allah SWT. Dengan dilakukan secara istiqamah dan penuh keikhlasan, zikir diharapkan dapat membantu seseorang semakin dekat kepada Allah serta memperkuat keimanan.
Namun, berbagai keutamaan khusus yang sering dinisbatkan kepada Ratib Al-Haddad sebaiknya dipahami sebagai harapan dan faedah yang disebutkan dalam tradisi atau penjelasan ulama, bukan sebagai jaminan otomatis. Yang terpenting adalah mengamalkannya sebagai bentuk zikir, doa, dan pendekatan diri kepada Allah SWT.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Ratib Al Haddad Ulama Hadramaut Abdullah bin Alawi Al-Haddad





















