Ilustrasi- Kitab Suci Al-Quran dan Tasbih (Foto: Pexels/Abdulmeilk Aldawsari)
Jakarta, Jurnas.com - Surah Al-Ma`un merupakan surat ke-107 dalam Al-Qur`an yang terdiri dari tujuh ayat.
Surat ini mengandung pesan penting mengenai ciri-ciri orang yang mendustakan agama, sekaligus mengingatkan umat Islam agar tidak hanya memperhatikan ibadah, tetapi juga kepedulian terhadap sesama.
Dalam tafsir Kementerian Agama, Surat Al-Ma`un menjelaskan bahwa pendusta agama antara lain memiliki sikap menghardik anak yatim dan tidak mendorong orang lain untuk memberi makan orang miskin.
Bacaan Surat Al-Ma`un dan Artinya:
أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ
Tafsiran Surat Al-Ikhlas dan Kandungan Maknanya
Artinya: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?”
فَذَٰلِكَ ٱلَّذِى يَدُعُّ ٱلْيَتِيمَ
Batas Ketaatan Kepada Manusia dalam Ajaran Islam
Artinya: “Maka itulah orang yang menghardik anak yatim.”
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ
Artinya: “Dan tidak mengajak memberi makan orang miskin.”
فَوَيْلٌۭ لِّلْمُصَلِّينَ
Artinya: “Maka celakalah orang yang salat.”
ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya.”
ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ
Artinya: “Yang berbuat riya.”
وَيَمْنَعُونَ ٱلْمَاعُونَ
Artinya: “Dan enggan (memberikan) bantuan.”
Ayat pertama menjadi pembuka dengan pertanyaan mengenai siapa yang mendustakan agama. Jawabannya kemudian dijelaskan melalui perilaku yang disebutkan pada ayat-ayat berikutnya.
Pada ayat kedua, Allah SWT menyebut orang yang menghardik anak yatim sebagai salah satu ciri pendusta agama. Tafsir Kemenag menjelaskan bahwa tindakan tersebut dapat berupa menolak, membentak, menyakiti hati, atau menahan hak anak yatim.
Kemudian ayat ketiga menyoroti sikap terhadap orang miskin. Pendusta agama digambarkan sebagai orang yang tidak mendorong atau mengajak orang lain untuk membantu dan memberi makan mereka yang membutuhkan.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa ajaran agama juga berkaitan erat dengan kepedulian sosial. Keimanan tidak seharusnya membuat seseorang mengabaikan orang-orang yang berada dalam kesulitan.
Pada ayat keempat dan kelima, Allah SWT memberikan peringatan kepada orang-orang yang melaksanakan salat tetapi lalai terhadap salatnya. Ayat keenam kemudian menyebut orang yang melakukan ibadah dengan riya, yakni memperlihatkan amal agar mendapatkan perhatian atau pujian manusia.
Dengan demikian, Surat Al-Ma`un tidak bermaksud menyebut setiap orang yang melakukan kesalahan sebagai pendusta agama. Surat ini memberikan peringatan terhadap sifat dan perilaku tertentu yang bertentangan dengan nilai keimanan, terutama ketika ibadah tidak tercermin dalam kepedulian dan akhlak.
Surat Al-Ma`un ditutup dengan peringatan terhadap orang yang enggan memberikan al-ma`un, yang dalam terjemahan Al-Qur`an dipahami sebagai bantuan atau sesuatu yang berguna.
Secara keseluruhan, surat ini mengajarkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT dan hubungan dengan sesama.
Seorang Muslim tidak hanya dituntut menjaga ibadah, tetapi juga menghormati anak yatim, memperhatikan orang miskin, menjaga keikhlasan, dan bersedia memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan.
Pesan utama Surat Al-Ma`un menjadi pengingat bahwa keberagamaan seharusnya tercermin dalam perilaku nyata. Ibadah yang dilakukan juga perlu disertai kepedulian, keikhlasan, dan akhlak yang baik terhadap sesama.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Surah Al-Ma`un Surah ke-107 Kitab Al-Qur`an





















