Banjir Bandang yang menerjang Nepal (Foto: AFP/ Prabin Ranabhat)
Kathmandu, Jurnas.com - Jumlah korban tewas akibat bencana banjir bandang dahsyat di perbatasan Nepal dan China melesat menjadi sedikitnya 903 jiwa di wilayah Nepal, sementara angka warga yang dilaporkan hilang melonjak drastis hingga 4.247 orang.
Memasuki hari keenam operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Badan Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal (NDRRMA) mengonfirmasi bahwa daftar korban hilang mencakup 3.655 warga lokal Nepal.
Selain itu, sebanyak 592 warga negara asing, serta 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di sepanjang aliran sungai yang dihantam banjir lumpur juga masih belum ditemukan.
Dikutip dari AFP pada Senin (31/8), lonjakan drastis korban hilang terjadi di Distrik Nuwakot yang mencatatkan 1.158 orang hilang, serta Distrik Rasuwa sebanyak 562 orang.
Di antara daftar korban yang belum ditemukan, tercatat 45 prajurit Angkatan Darat Nepal, 38 personel kepolisian, serta 19 petugas bea cukai dan imigrasi perbatasan.
Sementara itu dari wilayah Tibet, media pemerintah China sebelumnya mengonfirmasi 16 korban tewas dan 546 orang hilang. Dengan perkembangan terbaru ini, total akumulasi korban tewas akibat musibah di kawasan perbatasan Himalaya tersebut mencapai 919 jiwa dan 4.793 orang hilang.
Di sisi lain, otoritas Negara Bagian Uttar Pradesh di India mengonfirmasi penemuan 17 jenazah di aliran sungai yang mengalir dari Nepal. Pihak berwenang India saat ini tengah melakukan proses identifikasi untuk memastikan apakah jenazah tersebut merupakan korban banjir bandang yang terbawa arus hingga ke perbatasan India.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Banjir Bandang Nepal Bencana Sungai Himalaya Longsor Gletser Tibet

























