Senin, 31/08/2026 15:14 WIB

Iran Pastikan Serangan AS Tak Hentikan Produksi Minyak di Pulau Kharg





Pernyataan Iran tersebut secara langsung membantah gambaran kerusakan yang disampaikan Trump

Ilustrasi - bendera Amerika Serikat dan Iran (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Iran menyatakan serangkaian serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Pulau Kharg tidak menghentikan aktivitas produksi minyak di pulau strategis tersebut.

Pernyataan itu disampaikan CEO perusahaan minyak nasional Iran pada Senin (31/8), sebagai tanggapan atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Pulau Kharg telah mengalami kehancuran akibat serangan.

Dikutip kantor berita semiresmi Iran, Fars, pejabat tersebut menyebut komentar Trump sebagai sesuatu yang “menggelikan”. Ia mengatakan aktivitas di Pulau Kharg tetap berlangsung, termasuk pekerjaan pemulihan dan renovasi fasilitas penyimpanan minyak.

“Beberapa kontraktor sedang melakukan operasi untuk membangun kembali dan merenovasi tangki penyimpanan,” kata pejabat tersebut, menurut Fars dikutip Anadolu Senin (31/8).

Ia menegaskan tidak ada pekerjaan yang sedang berjalan di Pulau Kharg yang berhenti akibat serangan.

“Beberapa proyek saat ini telah mencapai 20% hingga 30% penyelesaian, dan pekerjaan terus berlanjut,” ujarnya.

Pulau Kharg merupakan salah satu titik penting bagi industri minyak Iran. Karena itu, klaim bahwa serangan tidak menghentikan aktivitas minyak menjadi perkembangan penting di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Pernyataan Iran tersebut secara langsung membantah gambaran kerusakan yang disampaikan Trump. Namun, data independen mengenai tingkat kerusakan fasilitas dan kapasitas produksi setelah serangan tidak disertakan dalam laporan tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu, pasukan AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak. Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa serangan itu merupakan serangan pertama AS terhadap wilayah Iran sejak akhir Juli.

Serangan tersebut disebut menargetkan sistem yang diduga sedang dipersiapkan untuk meluncurkan roket pembawa ranjau laut ke Selat Hormuz.

Serangan terhadap Larak Island kemudian memicu respons dari Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab dan Yordania menggunakan rudal serta drone.

Perkembangan tersebut menambah ketegangan dalam konflik Iran-AS yang telah berlangsung sejak serangkaian serangan terhadap Iran pada akhir Februari.

Pulau Kharg dan Selat Hormuz memiliki posisi strategis dalam konflik tersebut karena berkaitan langsung dengan aktivitas energi dan jalur perdagangan minyak dunia. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Perang Iran Minyak Iran Amerika Serikat Pulau Kharg Selat Hormuz




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :