Selasa, 01/09/2026 13:42 WIB

Tembok RS Jadi Harapan Terakhir Keluarga Korban Banjir Nepal





Pihak keluarga yang kehilangan kerabat pascabencana banjir bandang pada 26 Agustus lalu hanya mampu menempelkan foto-foto korban di tembok sepanjang 25 meter

Keluarga korban banjir Nepal menempelkan foto kerabat yang hilang (Foto: AFP)

Kathmandu, Jurnas.com - Rasa cemas dan keputusasaan menyelimuti area Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tribhuvan di Kathmandu, Nepal. Pihak keluarga yang kehilangan kerabat pascabencana banjir bandang pada 26 Agustus lalu hanya mampu menempelkan foto-foto korban di tembok sepanjang 25 meter hingga ke tiang-tiang bangunan rumah sakit, demi mencari kejelasan nasib anggota keluarga mereka.

Hampir 4.500 orang dilaporkan hilang setelah runtuhnya gletser di kawasan pegunungan perbatasan Tiongkok-Nepal memicu gelombang banjir lumpur masif. Musibah ini menewaskan lebih dari 900 jiwa, di mana sekitar 4.000 korban hilang terdeteksi di wilayah Nepal—termasuk hampir 600 warga negara asing.

Prakash Chhetri (46) menempelkan foto saudara laki-lakinya di dinding rumah sakit dengan harapan menemukan keajaiban. Saudaranya hilang saat mengantar sembilan peziarah menuju kawasan Gosaikunda ketika banjir menerjang kendaraan mereka.

Cerita memilukan juga disampaikan Debu Sapkota (58) yang kehilangan ibu mertua berusia 83 tahun dan cucu perempuannya di Kota Trishuli Bazaar.

"Peringatan bahaya sempat berbunyi, tetapi ibu mertua saya terlalu tua untuk berlari. Cucunya berusaha membantunya melarikan diri, tetapi keduanya tersapu arus. Saya berada di sini hanya berharap dapat menemukan jenazah mereka," kata Sapkota dikutip dari AFP pada Selasa (1/9).

Deretan foto yang ditempel mencakup berbagai latar belakang, mulai dari peziarah asal India yang hendak menuju Gunung Kailash, wisatawan asal Amerika Serikat, hingga deretan pekerja serta insinyur asal Tiongkok yang bertugas di proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Di dekat area kamar jenazah rumah sakit, pihak kepolisian membuka posko informasi terbuka dan menampilkan foto-foto jenazah yang berhasil dievakuasi dari timbunan lumpur untuk diidentifikasi oleh keluarga.

Petugas Kepolisian penanggung jawab evakuasi, Om Bahadur Rana, mengonfirmasi bahwa sejauh ini poskonya telah menerima 94 jenazah yang seluruhnya teridentifikasi sebagai warga negara Nepal.

"Kami baru berhasil mengidentifikasi 12 jenazah dan telah menyerahkannya kepada pihak keluarga," ujar Rana kepada AFP.

Proses pencarian dan identifikasi korban juga dilakukan secara daring melalui situs resmi pemerintah yang mengompilasi data korban selamat dan hilang, di mana ribuan pesan dan permohonan bantuan terus diunggah oleh masyarakat yang menanti kepastian kabar kerabat mereka.

KEYWORD :

Tembok Foto Nepal Korban Bencana Nepal Bencana Banjir Bandang Tibet




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :