Pertamina NRE memperkuat budaya HSSE melalui Grand HSSE Meeting SH PNRE 2026 bertema Leading with Commitment, Preventing Major Accidents yang digelar di PT Jawa Satu Power (JSP), Cilamaya, Karawang, Kamis (27/8) (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), sebagai Subholding Power & New Renewale Energy (SH PNRE) Pertamina, memperkuat budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE) guna mencegah terjadinya major accident.
Upaya tersewud dilakukan melalui Grand HSSE Meeting SH PNRE 2026 bertema “Leading with Commitment, Preventing Major Accidents” yang digelar di PT Jawa Satu Power (JSP), Cilamaya, Karawang, Kamis (27/8). Kegiatan ini menjadi forum penguatan kepemimpinan keselamatan, pengendalian risiko, dan disiplin operasional untuk mendukung operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis mengatakan pencegahan major accident membutuhkan komitmen seluruh pekerja, tidak hanya fungsi HSSE.
“Pencegahan major accident dimulai dari kepemimpinan yang konsisten dalam menempatkan keselamatan sebagai bagian dari setiap keputusan dan aktivitas operasional. Selain sistem dan prosedur yang baik, setiap pekerja harus memiliki kompetensi, kepedulian, serta keberanian untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko,” ujar John dalam keterangan tertulis, Senin (31/8).
Komitmen tersebut diperkuat melalui penerapan tiga Golden Rules Pertamina, yakni Patuh, Intervensi, dan Peduli, yang mendorong setiap pekerja untuk mematuhi prosedur, berani menghentikan kondisi tidak aman, serta meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan rekan kerja dan lingkungan.
Penguatan budaya keselamatan tersebut sejalan dengan kinerja HSSE SH PNRE yang hingga saat ini telah mencatatkan 6.293.683 jam kerja selamat, yang terdiri dari 1.794.240 jam kerja pekerja dan 4.499.443 jam kerja mitra kerja. PNRE juga mencatatkan Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,00 serta zero fatal accident.
Capaian tersebut menjadi fondasi untuk terus memperkuat pengendalian risiko dan mencegah terjadinya insiden, khususnya major accident, di seluruh aktivitas operasional.
Grand HSSE Meeting SH PNRE 2026 menghadirkan CEO Pertamina NRE John Anis, CEO PT Jawa Satu Power Dwi Murray, Professional HSSE Expert Sancoyo Budi Utomo, serta Principle Expert III HSSE Center of Excellence PT Pertamina (Persero) Diandoro Arifian.
Selain sesi diskusi dan berbagi pengalaman, kegiatan juga dirangkaikan dengan Management Walkthrough (MWT) di area operasi PT Jawa Satu Power untuk meninjau penerapan standar keselamatan, pengendalian risiko, serta mengidentifikasi potensi unsafe action dan unsafe condition di lapangan.
PT Jawa Satu Power sebagai tuan rumah kegiatan mengoperasikan PLTGU Jawa-1, salah satu aset strategis dalam portofolio Pertamina NRE dengan kapasitas terpasang 1.760 MW yang terdiri dari dua unit masing-masing berkapasitas 880 MW. Pembangkit ini terintegrasi dengan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU), jaringan transmisi 500 kV, serta Gardu Induk Gas Insulated 500 kV dalam rantai nilai gas-to-power terintegrasi.
Melalui penguatan kepemimpinan, disiplin operasional, dan budaya keselamatan di seluruh lini, Pertamina NRE terus berkomitmen mewujudkan zero major accident serta membangun budaya HSSE yang konsisten dan berkelanjutan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Budaya HSSE Pertamina NRE Pencegahan Major Accident Keselamatan Kerja

























