Jum'at, 04/09/2026 14:46 WIB

Berapa Kali Pijat Badan yang Disarankan dalam Sebulan?





Saat tubuh merasa lelah dan pegal, pijat relaksasi sering menjadi pilihan utama untuk melepas penat dan mengembalikan kebugaran.

Ilustrasi pijat relaksasi untuk tubuh (Foto: Katherine Hanlon/Unsplash)

Jakarta, Jurnas.com - Di tengah rutinitas harian yang padat dan tuntutan pekerjaan yang tak ada habisnya, tubuh kerap memberi sinyal kelelahan. Otot leher terasa kaku, bahu tegang, dan punggung mulai pegal.

Dalam kondisi ini, pijat relaksasi sering menjadi pilihan utama untuk melepas penat dan mengembalikan kebugaran. Namun, seberapa sering boleh memanjakan diri dengan pijat relaksasi dalam sebulan? Apakah semakin sering dipijat tubuh akan semakin sehat, atau justru sebaliknya?

Secara umum, frekuensi pijat relaksasi yang ideal untuk orang dewasa sehat adalah satu hingga dua kali dalam sebulan, atau sekitar dua hingga empat minggu sekali. Jumlah ini dinilai paling pas untuk menjaga elastisitas otot, melancarkan sirkulasi darah, serta menekan hormon stres tanpa memicu efek samping pada jaringan tubuh.

Secara sains, pijat relaksasi bekerja dengan cara memicu respons sistem saraf parasimpatis. Stimulasi sentuhan lembut hingga sedang pada kulit dan otot membantu menurunkan kadar hormon kortisol, yaitu hormon pemicu stres, sekaligus meningkatkan produksi hormon serotonin dan dopamin yang menciptakan rasa bahagia serta rileks.

Meski demikian, kebutuhan setiap orang bisa berbeda tergantung pada gaya hidup dan tingkat aktivitas harian. Bagi pekerja kantor yang menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan layar komputer, otot leher, bahu, dan punggung bawah cenderung menegang akibat postur yang statis.

Pada kondisi ini, pijat dua minggu sekali sangat efektif untuk meredakan titik-titik ketegangan otot tersebut. Sementara itu, jika aktivitas harian relatif seimbang dan tidak terlalu menguras fisik, pijat sebulan sekali sudah sangat cukup sebagai bentuk perawatan diri untuk menjaga kebugaran dan kualitas tidur.

Untuk mereka yang melakukan latihan fisik berat seperti atlet, pijat bisa dilakukan seminggu sekali, namun sifatnya hanya sementara hingga fase pemulihan otot selesai.

Meskipun terasa nyaman, pemikiran bahwa semakin sering dipijat akan semakin baik adalah sebuah kekeliruan. Memijat tubuh terlalu sering, misalnya beberapa kali dalam seminggu tanpa jeda yang cukup, justru dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan.

Secara medis, saat otot dipijat, jaringan lunak mengalami tekanan mekanis dan tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan jaringan tersebut. Jika dipijat berlebihan, tekanan berulang dapat merusak serat otot halus, memicu peradangan atau memar di bawah kulit, hingga menyebabkan nyeri otot berkelanjutan.

Selain itu, tubuh akan menjadi terbiasa dengan stimulasi yang terlalu sering sehingga efek relaksasi yang dihasilkan justru berkurang seiring berjalannya waktu.

Pijat relaksasi memang aman bagi sebagian besar orang, tetapi ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan kehati-hatian ekstra atau konsultasi dokter terlebih dahulu.

Penderita hipertensi yang belum terkontrol, orang dengan riwayat pembekuan darah, penderita osteoporosis berat, serta wanita hamil di trimester pertama sebaiknya lebih berhati-hati karena tekanan mekanis saat pijat berisiko memicu komplikasi.

KEYWORD :

frekuensi pijat sebulan pijat relaksasi relaksasi badan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :