Jum'at, 05/06/2026 20:09 WIB

MPR Gelar Sosialisasi Empat Pilar Lewat Nobar Film "Maira"





MPR Gelar Sosialisasi Empat Pilar Lewat Nobar Film

Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Pendidikan kebangsaan harus mampu menghubungkan nilai-nilai Empat Konsensus Kebangsaan dengan realitas yang dihadapi generasi penerus bangsa.

"Kami memakai film Teman Tegar Maira: Whisper from Papua (Maira) sebagai medium untuk menyosialisasikan Empat Konsensus Kebangsaan kepada generasi muda. Pada kesempatan ini, kami berharap masukan dari para pendukung film ini untuk pengembangan upaya ke depan," kata Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, saat menerima kedatangan produser, sutradara, dan para pemeran film Maira itu di Perpustakaan Panglima Itam, NasDem Tower, Jakarta, Jumat (5/6).

Hadir pada pertemuan yang bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Internasional 5 Juni, antara lain Siti Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI 2014-2024), Nafa Urbach (Ketua Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif DPP Partai NasDem), Cheroline Chrisye Makalew (legislator Partai NasDem dari Papua Barat), dr. Chandra Sembiring (produser film Maira), Anggi Fricsa (sutradara), Elisabeth Sisauta (pemeran Maira), M. Aldifi Tegarajasa (pemeran Tegar), dan sejumlah pendukung lainnya.

Pada kesempatan itu, produser film Maira, dr. Chandra Sembiring mengungkapkan, sejumlah keterbatasan dihadapi mereka dalam penyebaran film bertema sosial dan lingkungan yang sejatinya memiliki konten yang relevan sebagai bahan edukasi masyarakat.

Chandra berupaya agar konten edukasi dalam film dapat dinikmati lebih banyak kalangan untuk meningkatkan kepedulian generasi muda dan masyarakat terhadap masalah-masalah sosial dan lingkungan yang saat ini memasuki fase krisis.

Sutradara Anggi Frisca mengaku, sangat sulit mencari produser yang mau membiayai pembuatan film seperti Maira.

Anggi berharap, film karyanya mampu membangun kepedulian masyarakat terkait bagaimana seharusnya kita membangun hubungan manusia dengan alam dengan baik.

Lestari mengungkapkan, pihaknya akan terus mengembangkan metode Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang relevan dan dekat dengan generasi muda.

Kegiatan nonton bareng (Nobar) film Maira yang menghubungkan nilai-nilai kebangsaan dengan kesadaran lingkungan dan keberlanjutan masa depan, akan terus dilakukan.

Hingga saat ini, ungkap Rerie, sapaan akrab Lestari, rangkaian nobar film Maira sebagai bagian dari Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan telah dilakukan di sejumlah kota seperti Palu (Sulawesi Tengah), Kudus (Jawa Tengah), Jakarta (DKI Jakarta), Tangerang (Banten), dan Jember (Jawa Timur).

Kegiatan nobar yang dilaksanakan di sejumlah kota tersebut, tambah dia, telah menjangkau sekitar 1.500 pelajar dan mahasiswa.

Melalui medium film, jelas Rerie, peserta diajak memahami nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dengan pendekatan yang lebih kontekstual, reflektif, dan dekat dengan realitas yang mereka hadapi sehari-hari.

Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, pendidikan kebangsaan perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar mampu menjangkau generasi muda secara lebih efektif.

“Generasi muda tidak cukup hanya memahami Empat Pilar sebagai konsep normatif. Mereka perlu melihat bagaimana nilai-nilai tersebut hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam cara kita memandang dan menjaga lingkungan hidup sebagai ruang kehidupan bersama,” ujar Rerie.

Film Maira, jelas Rerie, dipilih karena menghadirkan cerita mengenai hubungan manusia dengan alam, hutan, dan keberlanjutan kehidupan.

Dalam setiap kegiatan, tambah Legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, pemutaran film dipadukan dengan pengantar mengenai Empat Pilar Kebangsaan, sesi refleksi, dan diskusi yang menghubungkan nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dengan tanggung jawab menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kebangsaan tidak hanya berbicara tentang hubungan antarmanusia. Kebangsaan juga berbicara tentang bagaimana kita menjaga ruang hidup bersama. Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga bangsa,” tegasnya.

Sebab, jelas Rerie, berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini pada akhirnya akan diwariskan kepada generasi muda sebagai tantangan yang harus mereka hadapi.

Rerie menilai, keberhasilan menjangkau sekitar 1.500 pelajar dan mahasiswa melalui program ini, menunjukkan bahwa pendekatan melalui film dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

“Generasi muda, hari ini, bukan hanya pewaris masa depan bangsa. Mereka adalah generasi yang akan menentukan apakah bumi yang kita tinggalkan tetap menjadi tempat hidup yang layak bagi generasi berikutnya. Karena itu, Generasi Pancasila harus sekaligus menjadi Generasi Penjaga Bumi,” pungkas Rerie.

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat Empat Pilar Film Maira




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :