Jum'at, 05/06/2026 19:38 WIB

Trump Sebut Ia Bisa Bertemu Pemimpin Iran jika Kesepakatan Tercapai





Presiden AS mengatakan ia akan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Anadolu)

Teheran, Jurnas.com - Presiden AS Donald Trump pada Kamis (4/6) mengatakan ia akan "merasa terhormat" untuk bertemu Pemimpin Tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, jika kesepakatan tercapai antara kedua negara.

“Saya tidak ingin bertemu, tetapi jika saya bertemu, saya akan merasa terhormat untuk bertemu dengannya," kata Trump ketika ditanya tentang kemungkinan pertemuan dengan pemimpin Iran tersebut, yang ayah sekaligus pendahulunya, Ali Khamenei, tewas pada awal perang AS-Israel melawan Iran.

“Saya ingin melihat apakah kita mencapai kesepakatan, tetapi jika kita mencapai kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu dengannya” ucap Trump.

Ketika ditanya apakah pertemuan itu akan berlangsung di AS, Trump menjawab bahwa dirinya sebenarnya belum banyak mendengar tentang itu.

"Saya tidak mengusulkan, tetapi beberapa orang telah mengusulkan," ucapnya.

Menjawab pertanyaan mengenai apakah ia akan melanjutkan aksi militer jika Iran membunuh pasukan AS di kawasan tersebut, Trump menjawab: “Itu akan menjadi alasan yang baik. Jujur saya, jika mereka membunuh pasukan AS, saya pikir saya akan melakukannya dengan sangat cepat.”

Lebih lanjut, Trump mengatakan syarat dari setiap kesepakatan potensial adalah Teheran harus meninggalkan ambisi nuklirnya.

“Sejauh menyangkut Iran, Anda akan mengetahui seperti apa kesepakatannya, tetapi bagian utama dari kesepakatan itu adalah mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” katanya.

Mengenai upaya membuka kembali Selat Hormuz, Trump berkata bahwa selat itu akan dibuka segera, dan AS sebagian besar telah melakukan penyisiran ranjau. Ia turut menambahkan bahwa AS memiliki kemampuan penyisiran ranjau bawah laut yang canggih.

Terkait apakah ia mempertimbangkan reaksi publik menjelang pemilu paruh waktu terkait penanganan terhadap Iran, Trump berkata: “Tidak. Saya hanya melakukan apa yang benar.”

“Venezuela sangat tidak populer, lalu kami menang dan angka saya melonjak drastis,” tambahnya.

Komentar Trump muncul ketika Washington dan Teheran terus berupaya mengubah gencatan senjata yang rapuh menjadi kesepakatan yang lebih luas setelah berbulan-bulan konflik yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS-Israel terhadap Iran.

Pihak berwenang Iran mengatakan lebih dari 3.000 orang telah tewas sejak dimulainya perang, sementara sedikitnya 13 anggota militer AS tewas dalam serangan balasan Iran, menurut angka resmi.

Teheran kemudian membalas dengan serangan yang menargetkan Israel dan sekutu AS di Teluk, serta menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan berikutnya di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang bertahan lama. Namun, upaya untuk mencapai solusi terus berlanjut sejak saat itu.

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Presiden AS Donald Trump Ayatollah Mojtaba Khamenei Negosiasi Iran AS




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :