Jum'at, 05/06/2026 18:45 WIB

UNIFIL Catat 69 Pelanggaran Wilayah Udara Lebanon oleh Israel





UNIFIL mendeteksi hampir 70 pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh Israel

Anggota pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNIFIL mengamati dari menara pengawas di kota Marwahin, di Lebanon Selatan (Foto: Reuters)

Beirut, Jurnas.com - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada 3 Juni mendeteksi hampir 70 pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh Israel, yang juga melancarkan puluhan serangan udara di berbagai wilayah negara itu, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric pada Kamis (4/6).

"Kemarin UNIFIL mendeteksi 69 pelanggaran wilayah udara Lebanon di kedua sisi. Pasukan penjaga perdamaian melaporkan sekitar 25 serangan udara oleh pesawat tempur IDF (Pasukan Pertahanan Israel), dan dua serangan roket oleh helikopter IDF," katanya.

Menurutnya, misi penjaga perdamaian selanjutnya mencatat sekitar 569 proyektil yang diluncurkan dari posisi IDF di selatan Garis Biru dan di dalam area operasi UNIFIL.

Misi tersebut juga mencatat 14 peluncuran proyektil dari arah utara ke selatan yang diduga berasal dari wilayah yang dikuasai kelompok Hizbullah di Lebanon, katanya.

Selain itu, dua posisi lainnya di sektor timur UNIFIL juga terkena pantulan amunisi.

"Di Lebanon... serangan terhadap layanan kesehatan terus berlanjut pada level yang mengkhawatirkan. Kemarin, serangan di Kegubernuran Selatan menghantam sebuah ambulans sehingga menewaskan dua paramedis serta melukai satu paramedis lainnya secara serius," katanya.

Awal pekan ini, putaran pembicaraan langsung selanjutnya antara Lebanon dan Israel di tingkat duta besar digelar di Washington.

Kelompok Hizbullah menyatakan siap untuk mematuhi gencatan senjata, dengan syarat serangan Israel di seluruh Lebanon dihentikan.

Meski AS menyatakan kesepakatan gencatan senjata telah tercapai, Israel dilaporkan terus melancarkan serangan di wilayah Lebanon.

Sebelumnya pada Kamis (4/6), Departemen Luar Negeri AS menginformasikan bahwa Israel dan Lebanon sepakat untuk menjalankan gencatan senjata dalam pembicaraan baru-baru ini di Washington yang dimediasi oleh AS.

Deplu AS juga mengemukakan bahwa gencatan senjata hanya akan berlaku jika Hizbullah menghentikan seluruh aksi militer dan menarik seluruh personelnya dari wilayah selatan Sungai Litani.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

KEYWORD :

Pasukan UNIFIL Serangan Israel Lebanon Israel




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :