Seorang pria memegang bendera Hizbullah, di Tyre, Lebanon selatan (Foto: REUTERS)
Beirut, Jurnas.com - Anggota Parlemen Lebanon, Najat Aoun Saliba mengatakan bahwa Hizbullah bertindak bertentangan dengan keinginan pemerintah dan rakyat Lebanon di bawah instruksi langsung Iran.
Ia menegaskan bahwa intervensi Teheran tersebut merupakan "ancaman bagi kedaulatan Lebanon".
"Iran telah menyatakan sikapnya terkait kesepakatan dan negosiasi langsung bahkan sebelum Hizbullah sempat menyampaikan pendapatnya, dan ini sangat berbahaya," kata Saliba kepada Al Jazeera.
"Hal ini menunjukkan betapa besarnya intervensi Iran dan bagaimana mereka secara efektif memaksakan keputusan terhadap Hizbullah."
Ia menambahkan bahwa pemerintah Lebanon telah menyatakan sikapnya dengan jelas. "Mereka mengatakan, `Kami menginginkan negosiasi yang dipimpin oleh Lebanon, kami ingin memilih jalur yang paling tidak merugikan dan paling minim risiko, dan itulah mengapa kami memilih jalur negosiasi langsung.`
Kerugian Perang Lebanon Capai 25 Miliar Dolar AS
"Namun, apa yang kita lihat saat ini adalah Hizbullah, sebagai proksi Iran, justru memindahkan perang antara AS dan Iran dari wilayah Iran ke tanah Lebanon, dan terus bertindak melawan kehendak pemerintah serta keinginan rakyat Lebanon."
Saliba menegaskan bahwa pemerintah saat ini berkomitmen untuk mengembalikan supremasi militer negara, serta "menyatakan Hizbullah berada di luar hukum dan melucuti persenjataan mereka."
"Angkatan bersenjata Lebanon memegang kepercayaan dari seluruh elemen masyarakat Lebanon. Mereka mampu mengambil alih kendali, namun mereka membutuhkan kemauan politik dan sumber daya yang selama bertahun-tahun ini telah terkuras secara sistematis."
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang Lebanon Hizbullah Lebanon Najat Aoun Saliba



























