Kehancuran kota di Lebanon akibat serangan Israel (Foto: AFP)
Beirut, Jurnas.com - Menteri Keuangan Lebanon, Yassine Jaber, menyatakan bahwa kerugian yang disebabkan oleh perang telah melampaui 20 miliar dolar AS dan dapat melonjak mendekati 25 miliar dolar AS jika permusuhan dengan Israel terus berlanjut, sebagaimana dilaporkan oleh koresponden kami, Zeina Khodr.
Sang menteri memperingatkan bahwa skala penuh dari kerusakan ekonomi dan sosial ini kemungkinan baru akan terlihat jelas setelah pertempuran berakhir dan warga yang mengungsi mulai kembali ke permukiman mereka yang hancur.
Sejak gencatan senjata dimulai pada 17 April, Israel terus meluncurkan serangan, melakukan pembongkaran, dan mengeluarkan perintah evakuasi di Lebanon selatan dengan alasan menargetkan Hizbullah yang juga tetap melanjutkan serangan.
Konflik ini memanas setelah Hizbullah meluncurkan roket ke Israel pada 2 Maret sebagai aksi balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, yang kemudian direspons Israel dengan serangan udara masif dan invasi darat. Israel mereka kini beroperasi di dalam koridor garis kuning sejauh 10 kilometer di dalam wilayah Lebanon.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang Lebanon Kerugian Perang Yassine Jaber

























