Sabtu, 18/04/2026 07:54 WIB

Bahas China dan Korut, Biden akan Lakukan Perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang





Biden akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan yang baru terpilih, Yoon Suk Yeol dan Perdana Menteri Jepang, Kishida Fumio.

Presiden AS Joe Biden dan Tim Tanggap COVID-19-nya mengadakan panggilan rutin mereka dengan Asosiasi Gubernur Nasional untuk membahas tanggapan Pemerintahannya terhadap varian Omicron dan untuk mendengar dari para Gubernur tentang kebutuhan di Negara Bagian mereka, di South Court Auditorium di White House, di Washington, pada 27 Desember 2021. (Foto: Reuters/Evelyn Hockstein)

JAKARTA, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan melakukan perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang pada Mei. Kunjungan itu terjadi di tengah ketegangan dengan saingannya, China dan musuh regional Korea Utara.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki dalam sebuah pernyataan mengatakan, Biden dijadwalkan melakukan kunjungan empat hari ke negara tersebut mulai dari tanggal 20 Mei hingga 24 Mei 2022.

Kunjungan itu akan dilakukan setelah KTT khusus AS-ASEAN para pemimpin Asia Selatan di Washington dari 12 Mei hingga 13 Mei.

"Biden akan bertemu dengan para pemimpin kedua negara dengan tujuan memajukan komitmen kuat pemerintahannya untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka dan untuk aliansi perjanjian AS dengan Republik Korea dan Jepang," kata Psaki

Di Tokyo, Biden juga akan bertemu dengan para pemimpin kelompok Quad yang juga mencakup Australia, Jepang dan India, dan dipandang sebagai benteng melawan China yang semakin tegas.

Pemerintahan Biden telah berulang kali mencirikan kawasan Asia-Pasifik, dan khususnya kebangkitan komunis Tiongkok, sebagai masalah strategis nomor satu bagi AS.

Psaki mengatakan, Biden akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan yang baru terpilih, Yoon Suk Yeol dan Perdana Menteri Jepang, Kishida Fumio.

"Biden akan membahas peluang untuk memperdalam hubungan keamanan vital kami, meningkatkan hubungan ekonomi, dan memperluas kerja sama erat kami untuk memberikan hasil praktis," kata Psaki.

China dan AS, dua ekonomi terbesar dunia, berselisih soal perdagangan, hak asasi manusia dan, lebih luas lagi, apa yang sering digambarkan Biden sebagai perjuangan yang menentukan di abad ke-21 antara otokrasi dan demokrasi dunia.

Kunjungan itu juga dilakukan setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melakukan uji coba sejumlah senjata terlarang tahun ini sambil mengabaikan tawaran pembicaraan AS dan berjanji untuk mempercepat program nuklirnya dengan cepat.

Sumber: AFP

 

KEYWORD :

Amerika Serikat Jepang Korea Utara Yoon Suk Yeol Kishida Fumio Korea Selatan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :