Senin, 20/04/2026 14:38 WIB

Kepala BKKBN Yakin Stunting 14 Persen 2024 Jika Pandemi Mereda





Untuk mencapai target 14 persen dengan sisa waktu kurang lebih 2,5 tahun lagi, jumlah stunting yang harus turun setiap tahunnya, yakni sebanyak 5 persen.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo pada acara Forum Nasional Stunting 2021, Selasa 14 Desember 2021. (Foto: Supianto/screenshot)

JAKARTA, Jurnas.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan, sukses tidaknya menekan prevalensi stunting 14 persen pada 2024 sangat tergantung pada situasi pandemi COVID-19.

"Tergantung," kata Hasto saat ditanya apakah target prevalensi stunting 14 persen bisa tercapai tahun 2024. "Kalau pandemi ini bisa reda betul. Kemudian kita sinergi dari bawah tingkat desa itu bagus, ya kita bisa. Namun memang banyak faktor."

Hasto menjelaskan, untuk mencapai target 14 persen dengan sisa waktu kurang lebih 2,5 tahun lagi, jumlah stunting yang harus turun setiap tahunnya, yakni sebanyak 5 persen.

"Setiap tahun yang harus turun besar, yaitu harus 5 persen. Karena kan sisa waktu 2,5 tahun sementara target 14 persen. Sekarang angkanya (stunting, Red) 27,2 persen," kata Hasto.

Sematara itu, Hasto mengungkapkan tiga tantangan, yang dihadapi BKKBN dalam mengentaskan stunting di Indonesia. Tantangan pertama, mengubah mindset masyarakat dalam menentukan asupan dan gizi.

Menurut dia, masih banyak masyarakat, yang memberikan makan kepada anaknya yang tidak memenuhi gizi seimbang.

"Ini penting sekali karena banyak sekali konsumsi itu tidak memenuhi gizi seimbang dan orang cenderung konsumsi yang praktis, tapi sebetulnya tidak higienis dan kadang-kadang ini juga tidak memenuhi syarat mikronutrien maupun makronutrien," ujar Hasto.

Tantangan kedua, lanjut Hasto, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara sepenuhnya bahwa cara mengasuh (parenting) sangat memengaruhi pola makan anak.

"Ketika anak tidak happy, tidak gembira bagaimana anak mau makan. Padahal, kalau kita ingin mengajari anak makan dan apa saja itu harus happy dulu," kata Hasto.

Tantangan terakhir, lingkungan yang belum sehat. "Kadang-kadang lingkungan kita belum sehat sehingga penyakit menular masih terjadi. Sebentar-sebentar diare, batuk pilek, akhirnya dia juga infeksi kronis, akhirnya berat badannya naik dan akhirnya juga tingginya tidak tambah," kata Hasto.

KEYWORD :

Hasto Wardoyo Angka Stunting BKKBN




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :