Minggu, 19/04/2026 18:07 WIB

Gus Jazil: Dai Muda Ahli Alquran Harus Manfaatkan Medsos





Berpacu dengan kemampuan dan ilmu pengetahuan modern. 

Jazilul Fawaid (Gus Jazil) Wakil Ketua MPR saat bertemu dengan para ustadz dan ahli Al-Quran

Jakarta, Jurnas.com – Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengajak para dai muda, para ahli Alquran dan Hadits, untuk memanfaatkan berbagai platform media sosial (medsos) dan teknologi informasi lainnya sebagai media untuk berdakwah.

Kata Gus Jazil, dakwah harus dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan zaman. Adanya berbagai platform medsos saat ini seperti YouTube, Facebook, Instagram, Twitter dan berbagai platform lainnya.

"Medsos memiliki banyak keunggulan. Antara lain kecepatan dan jangkauan yang tidak terbatas sehingga syiar Islam yang dilakukan bisa lebih masif," ungkap Gus Jazil saat menerima kafilah MTQ dari PTIQ Jakarta di Ruang Delegasi, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/12/2021).

Gus Jazil khawatir jika mereka yang berdakwah di medsos bukan benar-benar yang memiliki kemampuan agama yang memadahi, justru materi dakwah yang disampaikan tidak tepat sesuai dengan tuntunan agama Islam. Karena itu, para ahli Alquran diimbau untuk memanfaatkan medsos untuk berdakwah.

”Adik-adik saya dari Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta, seluruh juara MTQ, saya berharap teman-teman muda ahli-ahli Alquran ini bisa mengemas ide dakwahnya selaras dengan media sosial yang ada. Ini penting untuk mengisi ceruk anak muda yang haus dengan ilmu agama dan Alquran, terutama di wilayah perkotaan,” ujar Gus Jazil

Disisi lain, Gus Jazil juga mengajak para anak muda ahli Alquran untuk bisa berkiprah di berbagai bidang profesi. Menurutnya, ruang-ruang profesi jika diisi oleh para ahli Alquran dipastikan akan memberikan nilai lebih dan manfaat yang lebih baik. ”Ahli Alquran itu pondasi dan nanti kiprahnya bisa di semua bidang. Di bidang politik bisa, di TNI, Polri banyak yang membuka lowongan bagi para hafiz Alquran,” katanya.

Di bidang politik, misalnya, jika orang-orang baik seperti para ahli Alquran tidak mau mengisinya maka ruang tersebut akan diambil oleh orang lain. Bahkan, bukan tidak mungkin yang akan mengisinya adalah orang-orang jahat. Menurutnya, para ahli Alquran tidak boleh hanya terampil membaca saja, namun juga harus bisa membumikan Alquran dalam setiap profesi yang ada.

”Bisa di BUMN, DPR, MPR, TNI, Polri, di tempat dan profesi yang lain. Itu tantangan yang tidak mudah karena tentu harus berpacu dengan kemampuan dan ilmu pengetahuan modern. Harus ditambah Alquran plus,” tuturnya.

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji ini menekankan bahwa apapun profesi yang akan dijalani para anak muda ahli Alquran, satu hal yang tidak boleh ditinggalkan adalah Alquran.

”Nah tugas para ahli Alquran ini yitu harus bisa menyampaikan alquuran sampai ke hatinya, bisa sampai menjadi mauidhah, rahmat, hidayah, bukan hanya menjadi pengetahuan saja. Yang penting sampai menjadi pelajaran hidayah, menemukan kebenaran dengan Alquran,” tuturnya.

Sebagai Ketua Ikatan Alumni PTIQ Jakarta, Gus Jazil mengatakan bahwa dirinya juga memiliki tugas untuk mengembangkan Alquran, minimal untuk diri sendiri dan keluarganya, syukur-syukur bisa dalam skala yang lebih luas yakni untuk bangsa dan negara.

”Saya juga mendirikan pesantren di Gresik, Jawa Timur. Dan saya sangat senang hari ini bisa berkesempatan bertemu dengan orang-orang mulia, adik-adik para Ahli Alquran,” ungkap Wakil Ketua Umum DPP PKB ini.

KEYWORD :

Gus Jazil PKB dai muda ahli Alquran media sosial




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :