Kamis, 24/09/2020 16:06 WIB

Presiden Assad Sebut Sanksi AS Cekik Kehidupan Warga Suriah

Presiden Suriah, Bashar Al Assad saat pidato di hadapan (Foto: SANA via AP)

Amman, Jurnas.com  - Presiden Suriah, Bashar al Assad mengatakan sanksi baru Amerika Serikat (AS) merupakan tahap baru perang ekonomi melawan pemerintahnya dan merupakan bagian dari upaya lama AS untuk "mencekik" standar hidup warga Suriah.

Dalam pidatonya di hadapan para deputi di istana kepresidenan, Assad juga menyalahkan sanksi, yang dikenal sebagai Undang-Undang Caesar, atas jatuhnya mata uang Suriah ke rekor terendah baru, dengan aksi beli dolar oleh warga Suriah yang mengkhawatirkan situasi ekonomi mereka.

Assad mendesak rakyatnya mendukung mata uang tersebut, yang telah kehilangan hampir dua pertiga nilainya sejak dimulainya konflik Suriah yang berlangsung hampir satu dekade yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan membuat jutaan pengungsi.

"Dukungan kami terhadap pound adalah sumber kekuatan kami," kata Assad pada Rabu (12/8), mengkritik upaya warga Suriah biasa untuk membeli mata uang asing sebagai tempat yang aman untuk melindungi diri dari inflasi yang meroket.

 

Assad mengatakan musuh Barat mengobarkan perang ekonomi jangka panjang yang dapat ditahan Suriah dengan meningkatkan swasembada pangan dan dengan menindak korupsi, yang katanya membuang-buang dana publik yang diperlukan untuk meningkatkan standar hidup.

"Undang-Undang Caesar bukanlah kasus terpisah, ini adalah fase lain dalam tahap sanksi yang mendahuluinya selama bertahun-tahun dan telah menyebabkan kerusakan besar," katanya kepada para deputi.

Washington mengatakan tujuan dari sanksi baru itu adalah untuk meminta pertanggungjawaban Damaskus atas kejahatan perang dan mencegahnya melanjutkan perang. Sanksi tersebut mengecualikan bantuan kemanusiaan.

Sebelumnya, media pemerintah telah mengungkapkan bahwa Assad menderita tekanan darah rendah selama beberapa menit saat menyampaikan pidato di parlemen, sebelum melanjutkan pidato secara normal, dan akan disiarkan nanti malam.

Assad ditunjukkan dalam pidato yang direkam sebelumnya meminta kursi untuk beristirahat setelah menghentikan pidatonya, dan dalam rekaman yang diedit dia muncul kembali di televisi di depan para deputi.

"Dokter adalah pasien terburuk, sebenarnya saya tidak makan apa-apa sejak kemarin. Saya makan sedikit gula dan garam," kata mantan dokter mata berusia 55 tahun itu, tanpa menjelaskan lebih lanjut. (Reuters)

TAGS : Amerika Serikat Donald Trump Suriah Bashar al Assad




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :