Jum'at, 25/09/2020 11:34 WIB

Selama 2019, Dewata Freightinternational Raih Pendapatan Rp144,4 Miliar

Perlambatan ekonomi global pada tahun 2019 berdampak kepada melambatnya kinerja Perseroan, mengingat sebagian besar pelanggan Perseroan adalah Badan Usaha Milik Negara.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Dewata Freightinternational Tbk., di Jakarta Rabu (5/8/2020). Foto: aliy/jurnas.com

JAKARTA, Jurnas.com – Di tengah pelambatan ekonomi global sepanjang tahun 2019, PT. Dewata Freightinternational Tbk. masih mampu meraih pendapatan usaha sebesar Rp 144,4 miliar. Sedangkan laba usahanya tercatat nyaris Rp1 miliar, tepatnya sebesar Rp977,6 juta.

Kinerja perseroan tersebut terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahun [RUPST] 2019 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa [RUPS LB) yang digelar hari ini di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

“Meskipun belum sesuai dengan apa yang direncanakan pada tahun 2019, namun pencapaian perseroan masih cukup baik,” kata Direktur Utama PT. Dewata Freightinternational Tbk.  Nofrisel.

Menurutnya, perlambatan ekonomi global pada tahun 2019 berdampak kepada melambatnya kinerja Perseroan, mengingat sebagian besar pelanggan Perseroan adalah Badan Usaha Milik Negara.

“Perseroan melakukan berbagai upaya dalam mempertahankan dan peningkatan pendapatan,” ujarnya.

Salahsatu upayanya, lanjut Nofrisel, dengan mengakuisi PT Samulos Harmoni Energi Perkasa (SHEP) sebagai langkah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan atas pengangkutan kargo dibidang pertambangan (Logistics Mining).

“Tentunya semua hal tersebut dilakukan Perseroan untuk kualitas kerja dan pelayanan untuk memberikan yang tebaik bagi pada stakeholders,” katanya.

Nofrisel juga menyampaikan Perseroan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi memutuskan Penundaan atas rencana penambahan modal dengan memberikan HMETD yang telah disetujui pada tanggal 14 Juni 2019. Pembatalan ini dikarenakan Kondisi Pasar Modal dan harga saham Perseroan pada akhir tahun 2019 yang kurang baik serta dengan mempertimbangkan Pandemi Covid 19 yang belum selesai dan masih berlanjut saat ini yang sangat memengaruhi harga saham Perseroan.

Meskipun demikian, Perseroan memiliki komitmen untuk selalu menjaga performance dan berencana memperluas kegiatan usaha yang semula Freight Forwarding dan Project Logistics menjadi Total Integrated Logistics.

“Dengan jasa yang dimiliki dan rencana pengembangan bisnis Perseroan kedepannya maka perseroan berharap memiliki keunggulan secara menyeluruh terintegrasi (Integrated Logistics) dan dapat menjadi salahsatu Local Logistics Player yang memberikan kontribusi terhadap logistik di Indonesia,” jelas Nofrisel.

Lebih jauh, Nofrisel juga menjelaskan, melalui anak Usaha PT Dewata Makmur Bersama, Perseroan juga telah mendapatkan kontrak baru untuk PLTG 30MW di Batam Kepulauan Riau senilai USD 1,9 Juta. Kemudian PT Samulos Harmoni Energi Perkasa akan mengerjakan Mining Logistics untuk Andesit Contractor Project Ds. Tanjung Agung, Muaraenim, Sumatera Selatan.

“Perseroan juga menyampaikan kontrak yang sudah ditandatangani sebesar Rp75 Miliar dan  semester kedua 2020 Perseroan akan mengejar kontrak baru senilai Rp360 Miliar dan USD860 Ribu dalam usaha untuk membuat Pendapatan Perseroan di masa mendatang lebih terukur,” ujarnya.

Lebih lanjut Nofrisel memberikan komitmen bahwa managemen PT Dewata Freightinternational Tbk akan terus untuk mengembangkan pelayanan yang efisien, inovasi dan transparansi serta pelayanan yang berkualitas.

Komisaris Utama PT Dewata Freightinternational Tbk. Yukki N. Hanafi yang memimpin RUPS menambahkan, biaya logistik yang efisien dan murah akan menjadikan Indonesia memiliki daya saing .

“Baik secara nilai, positioning, dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Yukki yang juga sebagai Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI).

TAGS : RUPS PT Dewata Freightinternational pendapatan 2019




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :