Senin, 30/03/2020 04:39 WIB

"Babe" di Skandal Lippo Group Punya Peran Penting, Siapa?

KPK telah mengetahui sosok yang disebut

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengetahui sosok yang disebut "Babe" dalam kasus suap perizinan Meikarta. Dimana, "Babe" memiliki peran penting dalam kasus suap megaproyek milik Lippo Group tersebut.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, "Babe" adalah salah satu pihak pemberi yang memiliki peran cukup penting. Sayangnya, Febri masih merahasiakan siapa "Babe" yang dimaksud.

"Kode Babe ini adalah salah satu pihak pemberi yang memiliki peran cukup penting. Salah satu pihak yang diduga salah satu pihak pemberi," kata Febri, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/11).

Yang pasti, kata Febri, penyidik KPK sudah mengantongi bukti elektronik berupa percakapan pihak yang disebut "Babe". Bahkan, sampel suara dari tersangka dengan sejumlah saksi sedang dicocokkan.

"Untuk sampel suara tentu ada banyak hal yang akan digali nantinya," kata Febri, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/11).

Kata Febri, poin yang paling penting dari sampel suara ini adalah sebagai proses identifikasi alat bukti yang dipegang KPK. Menurutnya, sampel suara tersebut sebagai bukti pendukung yang sebelumnya sudah dikantongi penyidik KPK.

"Tentu saja ini melihat bukti-bukti yang lain. Selama ini ketika KPK membawa kasus ke pengadilan Tipikor, bukti-bukti elektronik tersebut sangat membantu untuk mengungkap," terangnya.

Diketahui, KPK telah melakukan penggeledahan di sejumlah kantor Lippo Group dan kantor pemerintahan kabupaten Bekasi. Bahkan, kediaman CEO Lippo Group James Riady turut digeledah penyidik KPK.

Penyidik KPK memang tengah gencar menelusuri sumber uang suap Meikarta, yang diduga berasal dari Lippo Group. Tercatat, penyidik KPK telah memeriksa sejumlah petinggi Lippo Group, yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.

Kemudian Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi.

Teranyar, giliran Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Melalui Hartono, penyidik lebih banyak mengonfirmasi soal asal uang hingga proses penyuapan.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk adalah anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

Dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta ini, KPK telah menetapkan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Selain Billy dan Neneng, KPK juga menjerat tujuh orang lainnya, yakni dua konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

TAGS : Suap Meikarta Lippo Group James Riady




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :