Selasa, 11/12/2018 01:48 WIB

Enam Desainer Fashion Muslim Indonesia Go Internasional

Enam Desainer Fashion Indonesia ini menorehkan prestasi karena terpilih untuk tampil di Contemporary Muslim Fashios di San Fransisco. 

Desainer Fashion Indonesia ini menorehkan prestasi karena terpilih untuk tampil di Contemporary Muslim Fashions di San Fransisco (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta - Contemporary Muslim Fashions adalah pameran mode muslim pertama yang mengeksplorasi gaya berpakaian wanita muslim yang kompleks dan beragam dari seluruh dunia, baik yang mengenakan hijab sebagai penutup kepala maupun yang tidak.

Proses keikutsertaan desainer Indonesia yang akan mengikuti Pameran “Contemporary Muslim Fashion” di San Francisco, Amerika mulai 22 September 2018 hingga Januari 2019 ini bisa dibilang melalui tahap yang cukup panjang.

Hingga akhirnya terpilih enam desainer Indonesia antara Dian Pelangi, Khanaan Samlan, Itang Yunasz, Ranni Hatta, IKYK dan Nur Zahra terpilih oleh de Young Museum dalam pameran perdana.

Muslim fashion designer Dian Pelangi mengatakan labelnya bersama lima brand muslim lainnya terpilih untuk menunjukkan keragaman dan ciri khas masing-masing desainer.

"Dalam pameran ini aku membawa tiga koleksi, selain dari kabel baru Krama ada juga Haute Couture dan Alurrealist," ungkapnya saat ditemui di Jakarta, Senin (17/9).

Tidak hanya dipresentasikan selama pameran, tiga koleksi rancangan Dian Pelangi lainnya juga mendapat kehormatan untuk diperagakan dalam fashion show pembukaan pameran.

Lalu apa sih pentingnya bisa pameran di gelaran kali ini? Bagi Dian yang pertama adalah branding, kiblatnya orang Indonesia banyak cenderung yang ke barat. Jadi kenapa enggak label kita bisa dikenal dan branding di luar negeri.

"Selain itu dapat networking dan pangsa pasar di sana. Pengaruhnya ke seling kita. Market menjadi lebih luas tak hanya ke timur tengah dan Asia," imbuhnya.

Sementara itu bagi Itang Yunasz yang membawa tenun Sumba dalam pameran juga memiliki suatu kebanggaan yang tidak ternilai.

"Bukan soal pameran semata tapi menyangkut dengan agama yang dianut tapi bisa diterima secara luas di sana. Membawa misi yang membanggakan, dan mereka pun menghargai dengan ragam budaya muslim," ungkapnya.

Acara ini merupakan pameran besar pertama yang dikembangkan oleh direktur baru Museum de Young, Max Hollein, yang berharap dapat memberikan perspektif baru.

Mulai dari mengeksplorasi bagaimana gaya pakaian Islami dapat membentuk dan menyatukan tren fesyen global dan keyakinan agama yang seringkali bertolak belakang dan sulit untuk disatukan. 

TAGS : Desainer Muslim Fashion Indonesia Pameran




TERPOPULER :