Kamis, 20/09/2018 16:45 WIB

Gubernur Sulsel Juluki Menteri Amran Bintang dari Timur

Berkah dari Unhas, ada pak Jusuf Kalla, bintang timur Pak Mentan. Tidak ada Menteri yang fighter seperti pak Amran, kita bangga dengan beliau.

Menteri Pertanian mengikuti Family Gathering dan Jalan Santai dalam rangka Dies Natalis Ke-62 Unhas di Makassar, Minggu (9/9).

Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah menyebut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai bintang dari timur di kancah nasional dan fighter dalam mewujudkan swasembada pangan.

Demikian disampaikan pada acara Family Gathering dan Jalan Santai dalam rangka Dies Natalis Ke-62 Universitas Hasanudin (Unhas), di Makassar, Minggu (9/9).

"Berkah dari Unhas, ada pak Jusuf Kalla, bintang timur Pak Mentan. Tidak ada Menteri yang fighter seperti pak Amran, kita bangga dengan beliau. Tugas kita sekarang mari dukung program-program beliau," ujar Nurdin.

Di tempat yang sama Amran mengatakan dirinya sebagai Menteri Pertanian kini berjalan empat tahun dan tentunya mewakili Unhas. Selama kurun waktu ini, banyak capaian yang diraih, baik di kancah nasional maupun internasional.

"Pertama, kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto pada Triwulan II 2018 dibandingkan Triwulan I 2018 sebesar 9,93 persen (q to q). Kontribusi ini tertinggi dibanding sektor lainnya seperti jasa perusahaan dan sektor lainya," tuturnya.

Kedua, lanjut Amran, dari data BPS, total ekspor pertanian di 2017 mencapai Rp441 triliun atau naik 24,47 persen dibandingkan 2016 yang hanya Rp 355 triliun. Tak hanya itu, program Kementan pun berhasil menurunkan angka kemiskinan.

Pada Maret 2018 persentase penduduk miskin di Indonesia turun 0,30 persen (630 ribu orang) menjadi 9,82 persen (25,95 juta orang), yang awalnya sebesar 10,12 persen (26,58 juta orang) pada September 2017.

"The Economist Intelligence Unit (EIU) merilis riset tentang ketahanan pangan setiap negara di dunia dalam Global Food Sustainability Index. Dalam riset tersebut, Indonesia tercatat menduduki posisi 21 dari 133 negara yang diteliti," terang Amran.

Peringkat ini, lanjut Amran, sekaligus membawa Indonesia naik 50 peringkat dari posisi tahun lalu, yakni 71. Dibanding negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia merupakan yang tertinggi.

"Dalam indikator Sustainable Agriculture, Indonesia mendapat skor 53,87 dan berada pada peringkat 16," ujar Amran.

Keberhasilan itu juga tak lepas dari revolusi Kementerian yang dibawahinya. Misalnya, telah menggulung mafia pangan, yang kini mencapai 700 pelaku usaha masuk penjara.

"Karena itu, Unhas tidak sekedar kampus, tapi rumah saya. Dulu tidur di pondokan di belakang kampus. Makan indomie, KKN diberi Rp150 ribu dan sewa pondokan Rp100 ribu. Karena kondisi inilah, yang beri saya  semangat kerja selama menjadi menteri," ujar Amran.

Amran menekankan mimpinya ke depan mampu mengembalikan kejayaan rempah dan buah-buahn Indonesia. Karenanya, ia meminta pihak Unhas agar jika ada lahan kosong, dapat dimanfaatkan dengan menanam buah-buahan dan rempah.

"Bu Rektor jika masih ada lahan, kami siapkan tanaman pohon mangga, durian. Tolong selesaikan smpai akhir Desember. Pak Gubernur dulu tanam pohon jadi Gubernur. Begitu pun saya tanam dan tinggal di pondokan, jadi menteri," ujarnya.

"Kami beri bibit unggul, kami harap lahan yg kosong bisa ditanami menjadi Agrowisata. Di sana nanti menjadi tempat belajar para mahasiswa, mangga unggul, duren unggul dan sebagainya," sambung Amran.

Sekedar diketahui, pada kegiatan ini Menteri Amran sebagai alumni anak pondokan Unhas, memberikan doorprise tiga unit sepada motor dan berupa uang tunai kepada mahasiswa.

Selanjutnya Amran meninjau Teaching Farm sembari memberi arahan kpd para dosen utk mengembangkan agrofarm. Amran juga menyempatkan meninjau outfarm Peternakan dan memberikan arahan spy mengembangkan telur omega dan sapi belgian blue.

TAGS : Family Gathering Unhas Andi Amran Sulaiman




TERPOPULER :