Kamis, 20/09/2018 19:54 WIB

Iran Minta Perang di Yaman Dihentikan

PBB telah mendaftarkan Yaman sebagai negara dengan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan sekitar 7 juta warga Yaman di ambang kelaparan.

Serangan udara Saudi di Yaman menewaskan empat warga sipil (Foto: Xinhua)

Iran on Monday called for international intervention to stop the Saudi Arabia-led war on the Yemeni port of Hodeidah. ">Jakarta - Pemerintah Iran menyeru kepada dunia untuk bekerjasama menghentikan perang yang dipimpin Arab Saudi di pelabuhan Yaman Hodeidah.

Iranian Foreign Ministry spokesman Bahram Qasemi told a news conference that the ongoing offensive on Hodeidah has put the country on the brink of famine, the state TV reported. ">Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi mengatakan bahwa serangan yang sedang berlangsung di Hodeidah telah menempatkan negara di ambang kelaparan.

Iran is contacting the regional and European governments to find a way to send relief aid and other humanitarian assistance to Yemen, Qasemi said. ">"Iran sedang menghubungi pemerintah regional dan Eropa untuk menemukan cara mengirim bantuan kemanusiaan dan bantuan kemanusiaan lainnya ke Yaman," kata Qasemi dilansir Xinhua.

"Masyarakat internasional harus memahami kondisi sulit rakyat Yaman. Organisasi internasional dan PBB harus berusaha mengakhiri agresi terhadap rakyat Yaman yang tertindas," tambahnya.

Selama seminggu terakhir, pasukan pemerintah Yaman, didukung oleh koalisi pimpinan Saudi, melanjutkan serangannya untuk membebaskan pelabuhan Hodeidah dari pemberontak Houthi setelah merebut bandara.

Iran-backed Houthis forced him into exile. ">Arab Saudi telah memimpin koalisi militer Arab yang telah melakukan intervensi di Yaman sejak 2015 untuk mendukung pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi setelah Houthis yang didukung Iran memaksanya mengasingkan diri.

PBB telah mendaftarkan Yaman sebagai negara dengan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan sekitar 7 juta warga Yaman di ambang kelaparan.

TAGS : Iran Yaman Perang PBB




TERPOPULER :