Senin, 18/06/2018 14:42 WIB

Irak Ringkus Empat Pembakar Gedung KPU

Kebakaran terjadi pada Minggu di sebuah gudang Baghdad yang menyimpan surat suara dari pemilihan parlemen Irak 12 Mei. Itu adalah satu dari empat gudang yang menyimpan kotak suara

Bekas kebakaran di Irak

Jakarta - Mengikuti perintah pengadilan, pihak berwenang Irak menangkap empat orang yang dituduh membakar sebuah gudang yang berisi setengah kotak suara Baghdad dari pemilihan bulan lalu.

Juru bicara Dewan Yudisial Irak, Hakim Abdul-Sattar al-Birqdar, mengatakan bahwa tiga tersangka adalah anggota kepolisian dan satu orang adalah pegawai Komisi Pemilihan Tinggi Independen negara itu.

"Pengadilan Penyelidikan Rusafa memutuskan untuk menangkap empat orang yang dituduh melakukan kejahatan membakar gudang Komisi Pemilihan di distrik al-Rufasa Baghdad," kata Birqdar dalam sebuah pernyataan dilansir UPI.

"Pada kesempatan ini, Dewan Yudisial Agung menegaskan kembali peringatannya kepada siapa saja yang meminta dirinya untuk memanipulasi dokumen yang terkait dengan pemilihan," tambah juru bicara itu, bersumpah untuk "mengambil hukuman maksimal terhadap mereka."

Kebakaran terjadi pada Minggu di sebuah gudang Baghdad yang menyimpan surat suara dari pemilihan parlemen Irak 12 Mei. Itu adalah satu dari empat gudang yang menyimpan kotak suara. Penyebab kebakaran masih belum diketahui, meskipun diyakini sebagai pembakaran.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan bahwa api adalah bagian dari rencana untuk menyabotase hasil pemilihan. Dia mengatakan bahwa gudang yang terbakar melukai demokrasi negaranya.

Dalam pemilihan bulan lalu, koalisi Sairoon yang dipimpin oleh pemimpin Syiah Muqtada al-Sadr memenangkan 54 kursi dari 328. Aliansi Abadi selesai ketiga, dengan 42 kursi.

Pemilihan itu menandai pertama kalinya surat suara Irak dihitung secara elektronik dan bukan dengan tangan. Parlemen Irak setuju pekan lalu untuk secara manual menghitung surat suara di tengah tuduhan penipuan pemilih.

Penghitungan ulang manual surat suara diharapkan mulai akhir pekan ini dan setidaknya 10.000 karyawan diperlukan untuk menghitung lebih dari 52.000 kotak suara. Penghitungan ulang penuh diperkirakan akan memakan waktu tiga minggu.

Perwakilan Khusus PBB untuk Irak, Ján Kubis, mendesak pemerintah Irak untuk mengamankan semua materi pemilu.

PBB menyerukan kepada badan-badan manajemen pemilihan Irak secepatnya untuk menyelidiki dan mengadili semua keluhan kecurangan dan pelanggaran pemilu, dengan cara yang sepenuhnya transparan yang mempromosikan integritas proses pemilihan dan legitimasi hasilnya, sejalan dengan undang-undang dan Konstitusi Irak.

TAGS : KPU Irak Pemilu




TERPOPULER :