Kamis, 18/10/2018 15:15 WIB

Menpar: Belum Ada Penurunan Wisatawan Asing

Kementerian Pariwisata selalu membuka informasi mengenai kondisi keamanan pariwisata di Indonesia pasca-peledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo

Menteri Pariwisata

Jakarta - Belum reda rasa cemas atas sejumlah rentetan kejahatan teror yang menyerang Gereja di Surabaya, Sidoarjo, dan Malporesta Surabaya. Pagi ini kembali dikejutkan dengan penyerangan dari sekelompok teroris di Polda Riau.

Dampak tak hanya soal keamanan dalam negeri tetapi juga sampai ke industri pariwisata. Meski secara signifikan, menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya belum ada penurunan dari jumlah wisatawan asing.

"Belum ada penurunan wisatawan asing. Tapi yang jelas, hal ini harus kita awasi," ujar Menpar kepada awak media, pada Rabu (16/5) di Jakarta.

Menurut Arief, hal terpenting dilakukan saat ini yakni mengumumkan kepada publik bahwa tidak ada yang disembunyikan, khususnya soal situasi siaga di Indonesia.

Bahkan, kata Arief, berdasarkan laporan yang diterima hingga siang ini tidak ada pembatalan penerbangan khususnya dari Bali, sebagai salah satu destinasi pariwisata.

"Sampai saat ini sudah ada 12 negara yang memberlakukan travel advice ke Indonesia," ucap Arief usai mengisi training kepada driver Blue Bird, di Jakarta, Rabu (16/5).

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Humas Kementerian Pariwisata Guntur Sakti mengatakan 12 negara yang sudah memberlakukan travel advice ialah: Inggris, Singapura, Hongkong, New Zeland, Amerika, Australia, Polandia, Irlandia, Kanada, Perancis, Filipina, dan Malaysia. Dari yang awalnya 3 lalu 5 dan sekarang 12.

"Travel advice masih adalam level paling rendah yang sifatnya imbauan kepada warga negara mereka untuk hati-hati jika berkunjung ke negara yang sedang berada di dalam konflik maupun situsasi darurat," ujar Guntur.

Pihaknya juga mengapresiasi keputasan ke-duabelas negara itu untuk keamanan warga negara mereka dan tetap memantau apakah akan berlanjut sampai tahap travel warning atau tidak yang juga mesti dihargai.

"Selama ini info kami dapatkan langsung dari website resmi negara-negara yang mengumumkan travel advice," sahutnya.

Mengenai penyerangan terorisme yang baru saja terjadi di Riau, Guntur mengatakan hingga siang ini belum ada pembatakan penerbangan ke Riau. "Hanya Pemrov setempat menunda beberapa acara tradisi terkait penyambutan Ramadan sebagai bentuk dukacita mendalam bagi para korban," pungkasnya.

TAGS : terorisme travel advice pariwisata




TERPOPULER :