Selasa, 20/11/2018 02:58 WIB

Petugas Bea Cukai AS Kembalikan 3.800 Artefak Milik Irak

Republik Irak, berdiri di tanah yang dulunya rumah bagi negara-negara kota dan kerajaan Mesopotamia, memiliki warisan terkenal sebagai tempat lahir peradaban.

Salah seorang petugas Bea Cukai AS memegang artefak milik Iraq

Jakarta - Petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat mengembalikan ribuan artefak yang diselundupkan secara ilegal dari Irak oleh jaringan seni dan kerajinan Hobby Lobby.

Badan ini mengirim kembali 3.800 barang, termasuk tablet runcing, segel silinder dan bula tanah liat, banyak yang berasal dari kota kuno Irisagrig. Beberapa tablet dikabarkan berumur 2100 SM, sedangkan bula adalah dari antara abad ke-2 SM ke awal abad ke-7.

"Potongan-potongan ini sangat penting bagi kami dan mereka harus dikembalikan ke Irak, ke pemilik yang sah dari potongan-potongan ini," kata Duta Besar Irak untuk Amerika Serikat Fareed Yasseen.

Pada Juli 2017, Hobby Lobby setuju untuk membayar $ 3 juta dan mengembalikan artefak setelah dibawa dengan tidak semestinya ke Amerika Serikat. Steve Green, presiden Hobby Lobby dan anggota keluarga pemilik perusahaan, membayar $ 1,6 juta untuk 5.500 artefak kuno di Dubai.

Departemen Kehakiman menemukan bahwa perusahaan memiliki tablet yang dikirim ke kantor pusatnya di Oklahoma, tetapi kotak-kotak itu diberi label berisi sampel keramik. Barang-barang juga dibagi menjadi pengiriman ke beberapa alamat sehingga tidak meningkatkan kecurigaan agen pabean.

Green menjanjikan lebih banyak pengawasan pada saat itu, dan menyalahkan insiden itu atas ketidakmampuannya sendiri sebagai seorang kolektor.

"Kami membuat kesalahan, tetapi kami belajar dari mereka," katanya.

"Sebelum ini, kami bukan kolektor atau pengunjung museum," tambah Green.

"Kami tidak tahu kami perlu meminta semua dokumen ini untuk membuktikan asalnya."

Republik Irak, berdiri di tanah yang dulunya rumah bagi negara-negara kota dan kerajaan Mesopotamia, memiliki warisan terkenal sebagai tempat lahir peradaban.

"Kami bangga telah memainkan peran dalam menghapus potongan-potongan sejarah Irak ini dari pasar gelap barang antik yang diperoleh secara ilegal dan mengembalikannya kepada rakyat Irak," kata Jaksa AS Richard P. Donoghue.

TAGS : Amerika Hobby Lobby Irak




TERPOPULER :