Selasa, 18/12/2018 17:29 WIB

240.000 WNI Terancam Buta Akibat Katarak

katarak merupakan penyebab kebutaan yang paling utama dan terbesar di dunia, yakni 48 persen dari total kasus kebutaan global.

sosialisasi katarak kepada masyarakat Maluku Utara

Jakarta – Direktur Rumah Sehat BAZNAS Indonesia (RSBI), Meizi Fachrizal Ahmad memaparkan, katarak antara lain disebabkan oleh faktor genetik atau diabetes mellitus. Tak hanya itu, penyakit tersebut juga merupakan penyebab utama kebutaan di dunia.

"Karena itu, Rumah Sehat BAZNAS Indonesia tidak hanya menggelar operasi mata katarak gratis massal, tapi juga memberikan penyuluhan tentang penyebab dan pencegahan penyakit katarak," ujar dia.

Menurut Badan Kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau World Health Organization (WHO), tutur dia, pada tahun 2002 katarak merupakan penyebab kebutaan yang paling utama dan terbesar di dunia, yakni 48 persen dari total kasus kebutaan global.

“Jumlah penderita katarak di Indonesia mencapai sebesar 1,5 persen per dua juta penduduk. Kondisi tersebut menjadikan 240.000 orang di negeri ini terancam mengalami kebutaan akibat katarak,” kata dr. Fachri mengingatkan.

Demi mencegah hal itu terjadi di Indonesia, direktur Pendistribusian Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Mohd. Nasir Tajang mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp738.350.000 untuk membantu masyarakat Maluku Utara, yang menderita penyakit Katarak.

“Ini bertujuan untuk menurunkan angka kebutaan yang diakibatkan oleh penyakit katarak, meningkatkan harapan dan produktivitas masyarakat,” kata Nasir Tajang.

Menurutnya, dalam rangka mendorong peningkatan produktivitas masyarakat Indonesia dari kalangan dhuafa, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) akan menggelar operasi katarak gratis secara massal di Provinsi Maluku Utara (Malut).

“Dengan kegiatan ini, diharapkan bisa membantu masyarakat tak mampu, sehingga mereka lebih berdaya dan produktif dalam menjalankan aktivitasnya. Dengan penglihatan yang baik, produktivitas mereka diharapkan bisa semakin meningkat,” tambah Nasir.

Operasi katarak massal yang berlangsung selama sepekan, 7-11 Maret 2018, akan diresmikan Gubernur Malut, Bapak Abdul Ghani Kasuba di Kota Ternate, Provinsi Malut, Rabu (7/3/2018).

Nasir menyebutkan, Kegiatan ini dilaksanakan sebagai lanjutan kerja sama BAZNAS dengan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) yang telah dilaksanakan di Provinsi Papua Barat.

"Bakti sosial operasi katarak ini, secara besar-besaran digelar di Provinsi Malut, karena menurut data kami, penderita katarak marak di wilayah tersebut,” ucap Nasir.  

TAGS : Katarak Baznas Maluku Utara




TERPOPULER :