Minggu, 18/11/2018 16:50 WIB

Qatar Bantah Tuduhan Uni Emirat

Dalam beberapa pekan terakhir, Qatar telah dua kali menuduh pesawat UEA melanggar wilayah udara mereka.

Raja Saudi Salman bin Abdulaziz (C) berjalan bersama Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Thani dalam sebuah upacara penyambutan kedatangan Hamad al-Thani untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Negara-Negara Arab Amerika Selatan, di Riyadh, 10 November 2015 (Foto: Reuters)

Jakarta - Qatar membantah tuduhan bahwa jet tempurnya mencegat sepasang pesawat komersial Emirat Arab dalam perjalanan ke Bahrain.

Uni Emirat Arab mengajukan tuduhan pada Senin (15/01), namun pejabat UEA tidak mengklarifikasi apa yang mereka maksud dengan istilah "dicegat". Pejabat Qatar mengatakan tuduhan tersebut "sama sekali tidak benar."

Dalam beberapa pekan terakhir, Qatar telah dua kali menuduh pesawat UEA melanggar wilayah udara mereka. UAE mengajukan keluhan kedua ke PBB minggu lalu.

Alya al-Thani, duta besar Qatar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan invasi udara tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Negara Qatar, serta pelanggaran mencolok terhadap ketentuan hukum internasional, konvensi, piagam dan norma internasional.

Tuduhan dan penolakan tersebut merupakan bagian dari kebuntuan yang terus berlanjut antara kedua negara. Tahun lalu, UEA, Mesir, Arab Saudi dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Qatar, menuduh negara kecil menengah itu mendanai terorisme.

Dilansir UPI, selama akhir pekan, seorang anggota keluarga penguasa Qatar mengatakan bahwa dia ditahan melawan kehendaknya di UAE.

"Saya adalah tamu Sheikh Mohammed tapi, sekarang dipenjara," Sheikh Abdullah bin Ali al-Thani, saudara dari mantan penguasa Qatar, mengatakan dalam video tersebut. "Mereka menyuruh saya untuk tidak pergi dan saya takut ada sesuatu yang akan terjadi pada saya dan mereka menyalahkan Qatar."

UEA membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa Sheikh Abdullah memiliki kebebasan penuh untuk bergerak dan pergi sesuai keinginannya.

"Sheikh Abdullah al-Thani menyatakan keinginannya untuk meninggalkan UEA dan diberi semua bantuan yang diperlukan untuk memfasilitasi kepergiannya dari UAE," kata pejabat Kementerian Luar Negeri UEA dalam sebuah pernyataan.

Pejabat Kuwait dan Amerika Serikat telah bekerja di belakang layar untuk menegosiasikan penyelesaian antara Qatar dan pemboikotan tersebut, namun insiden terbaru menunjukkan kebuntuan usaha diplomatik tersebut.

TAGS : Qatar Uni Emirat Arab Politik Internasional




TERPOPULER :