Selasa, 05/05/2026 18:44 WIB

Iran Bantah Serang UEA, Sebut AS Dalang Operasi False Flag





Seorang pejabat militer Iran menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk menyerang Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab mengatakan pada hari Senin bahwa sistem pertahanan udaranya telah membalas empat rudal yang ditembakkan dari Iran (Foto: AFP)

Teheran, Jurnas.com - Seorang pejabat militer Iran menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk menyerang Uni Emirat Arab maupun fasilitas di Pelabuhan Fujairah EUA.

Dia menuduh militer AS sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kejadian yang mengakibatkan terbakarnya fasilitas minyak di Fujairah.

Fujairah merupakan titik terminal pipa pusat yang digunakan UEA untuk mengalirkan minyak tanpa harus melewati Selat Hormuz, guna menghindari gangguan pengiriman di tengah kecamuk perang dengan Iran.

Dilansir Aljazeera, Selasa (5/5/2026), sementara Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris -dalam sebuah pernyataan- melaporkan bahwa proyektil tak dikenal menghantam kapal tanker minyak, 145 kilometer di utara kota Fujairah, Uni Emirat Arab, di Selat Hormuz.

UEA menganggap penargetan pelayaran komersial, serta penggunaan Selat Hormuz sebagai alat tekanan atau pemerasan ekonomi, merupakan tindakan pembajakan yang dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Iran, dan merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan dan penduduknya serta keamanan energi global.

Di sisi lain, Pejabat Iran itu menuduh pasukan AS berada di balik serangan tersebut, sambil menambahkan bahwa hal itu terjadi karena tindakan nekat mereka membuka Selat Hormuz secara ilegal melalui jalur-jalur terlarang.

Menurut televisi Iran, pejabat militer tersebut mengatakan, "Amerika harus menghentikan penggunaan kekuatan dalam proses diplomasi."

Dia mendesak AS untuk menghentikan apa yang dia sebut "petualangan militer" di kawasan minyak yang sensitif, dengan mencatat bahwa hal itu berdampak pada perekonomian semua negara.

Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di Parlemen Iran, Ibrahim Azizi, memposting kalimat "FALSE FLAG" di akunnya di platform X, yang berarti "operasi palsu", yang tampaknya merujuk pada serangan di Uni Emirat Arab.

Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal tanker tersebut, dan Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap pernyataan Uni Emirat Arab.

KEYWORD :

Konflik Timur Tengah Perang Iran Uni Emirat Arab Drone Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :