Uni Emirat Arab mengatakan pada hari Senin bahwa sistem pertahanan udaranya telah membalas empat rudal yang ditembakkan dari Iran (Foto: AFP)
Dubai, Jurnas.com - Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan dari Iran pada Senin (4/5).
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan tiga orang mengalami luka ringan hingga sedang.
Otoritas wilayah Fujairah, yang terletak di bagian timur UEA, mengonfirmasi bahwa serangan drone Iran memicu kebakaran di sebuah fasilitas minyak.
Fujairah merupakan titik terminal pipa pusat yang digunakan UEA untuk mengalirkan minyak tanpa harus melewati Selat Hormuz, guna menghindari gangguan pengiriman di tengah kecamuk perang dengan Iran.
Pihak berwenang setempat melaporkan bahwa tiga warga negara India menjadi korban luka-luka akibat serangan di wilayah tersebut.
Kementerian Luar Negeri UEA dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa serangan Iran ini merupakan "eskalasi serius" dan menjadi "ancaman langsung terhadap keamanan negara." UEA menyatakan memiliki "hak penuh dan sah untuk membalas" rangkaian serangan tersebut.
Meski demikian, televisi pemerintah Iran mengeklaim bahwa Teheran "tidak memiliki rencana untuk menargetkan UEA."
Di tengah ketegangan tersebut, sebuah kapal kargo juga dilaporkan terbakar di lepas pantai UEA pada Senin.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi insiden kebakaran yang bermula dari ruang mesin kapal itu, sembari memastikan seluruh awak kapal dalam keadaan selamat dan terdata.
Otoritas UEA mengeluarkan serangkaian peringatan darurat melalui ponsel kepada penduduk untuk waspada terhadap ancaman rudal. Warga diminta untuk "segera mencari tempat berlindung di gedung terdekat yang aman."
"Suara ledakan yang terdengar di berbagai wilayah negara adalah hasil dari keberhasilan intersepsi terhadap ancaman udara," tulis Kementerian Pertahanan melalui pernyataan di platform X.
Data menunjukkan bahwa Iran telah meluncurkan lebih dari 2.800 drone dan rudal ke arah UEA sejak 28 Februari—hari pertama perang AS-Iran—hingga gencatan senjata 8 April.
Hal ini menjadikan UEA sebagai negara yang paling sering menjadi sasaran dalam kampanye militer Teheran melawan negara-negara Teluk.
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jassem Al-Budaiwi, mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai "tindakan agresi serius dan eskalasi yang terang-terangan."
Sementara itu, Kerajaan Arab Saudi menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer yang terjadi di kawasan. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Senin mendesak semua pihak untuk melakukan deeskalasi demi menjaga stabilitas.
Riyadh juga menyerukan dukungan internasional terhadap upaya mediasi Pakistan dan langkah-langkah diplomatik lainnya guna mencapai solusi politik yang menyeluruh.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Konflik Timur Tengah Perang Iran Uni Emirat Arab Drone Iran


























