Senin, 03/08/2026 00:25 WIB

Hari Semangka Sedunia Setiap 3 Agustus, Ini Sejarahnya





Tanggal 3 Agustus memperingati salah satu momen paling populer dan menyegarkan di berbagai belahan dunia, yakni Hari Semangka Sedunia.

Ilustrasi - Hari Semangka Sedunia setiap 3 Agustus, ini sejarahnya (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 3 Agustus memperingati salah satu momen paling populer dan menyegarkan di berbagai belahan dunia, yakni Hari Semangka Sedunia (World Watermelon Day).

Dihimpun dari berbagai sumber, perayaan ini tidak hanya menjadi ajang menikmati buah bercita rasa manis tersebut, tetapi juga memiliki latar belakang sejarah dan perjalanan budaya yang cukup panjang hingga disukai masyarakat global saat ini.

Meskipun kini dirayakan di berbagai negara, tradisi Hari Semangka pada awalnya digagas di Amerika Serikat dengan nama National Watermelon Day.

Penetapan tanggal 3 Agustus bertepatan dengan puncak musim panas (summer) di belahan bumi utara, momen di mana panen semangka berada pada masa puncaknya dan masyarakat membutuhkan hidangan yang mampu melepas dahaga di tengah cuaca terik.

Seiring berjalannya waktu, popularitas peringatan ini meluas melintasi batas negara berkat kampanye pola hidup sehat dan unggahan media sosial, hingga akhirnya diadopsi secara tidak resmi sebagai peringatan global bagi para pencinta buah di seluruh dunia.

Secara historis, tanaman semangka (Citrullus lanatus) diperkirakan pertama kali dibudidayakan ribuan tahun lalu di kawasan Afrika Utara, khususnya di sekitar Lembah Sungai Nil.

Para arkeolog menemukan bukti berupa biji semangka di situs-situs Mesir Kuno yang berusia lebih dari 4.000 tahun, termasuk di dalam makam Firaun Tutankhamun. Pada masa itu, semangka disimpan di makam para raja sebagai sumber air untuk bekal perjalanan di alam baka.

Berbeda dengan semangka modern yang manis dan berdaging merah renyah, semangka purba cenderung berasa pahit dan berdaging keras.

Masyarakat kuno memanfaatkannya terutama karena kandungan airnya yang melimpah (mencapai 92 persen), sehingga buah ini berfungsi sebagai reservoir atau cadangan air alami yang tahan lama di wilayah gurun yang gersang.

Melalui jalur perdagangan di Laut Mediterania, semangka kemudian menyebar ke wilayah Eropa Selatan, Asia, dan Tiongkok sekitar abad ke-10.

Buah ini baru sampai di Benua Amerika pada abad ke-16 bersamaan dengan era penjelajahan dan perdagangan transatlantik.

Memasuki abad ke-20, proses pemuliaan tanaman secara intensif berhasil menghasilkan varietas semangka manis, berbiji sedikit, bahkan tanpa biji (seedless watermelon) seperti yang kita kenal sekarang.

Kini, Hari Semangka Sedunia dirayakan dengan beragam cara kreatif. Restoran dan produsen kuliner kerap merilis menu khusus berbahan dasar semangka, mulai dari jus, salad, es krim, hingga olahan panggangan (grilled watermelon).

Di sisi lain, para ahli gizi memanfaatkan momentum 3 Agustus untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat kesehatan semangka yang kaya akan likopen, vitamin A, vitamin C, serta asam amino sitrulin yang baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

KEYWORD :

Hari Semangka Sedunia 3 Agustus Peringatan Internasional Bulan Agustus




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :