Umat Islam Palestina berkumpul di kompleks masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan salat Jumat di Yerusalem pada 24 Februari 2023. (File foto: AFP)
Tel Aviv, Jurnas.coim - Kelompok pemukim Israel dilaporkan telah menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di kawasan Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki sebanyak 27 kali sepanjang Juli, menurut data Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina.
Para pemukim memasuki area suci tersebut melalui Gerbang Maghribi (Moroccan Gate) yang dikuasai Israel dalam rangkaian kunjungan tersebut. Kantor berita Wafa melaporkan bahwa aparat keamanan Israel mendampingi mereka saat menjalankan ritual Yahudi hingga akhirnya keluar melalui Gerbang Silsilah (Chain Gate).
Dalam beberapa kesempatan, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, jajaran anggota Knesset, serta para pemimpin kelompok yang mengampanyekan pembangunan kuil Yahudi di lokasi tersebut turut serta dalam aksi penerobosan.
Dikutip dari Arab News pada Senin (3/8), Ben-Gvir berulang kali menyerukan pembukaan akses yang lebih luas bagi umat Yahudi untuk beribadah di kompleks Al-Aqsa.
Sejumlah aktivis Israel juga menggelar ritual Talmud yang dikenal sebagai Sujud Agung, yakni para peziarah membungkuk rendah hingga menyentuh tanah sebagai bentuk penghormatan, sementara beberapa lainnya mengibarkan bendera Israel.
Kementerian Wakaf menambahkan bahwa otoritas Israel sempat menahan sebentar Mufti Agung Yerusalem sekaligus khatib Masjid Al-Aqsa, Syeikh Mohammad Hussein, sepanjang bulan Juli.
Kompleks Al-Aqsa, yang merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam dan dikenal pula sebagai Al-Haram Al-Sharif, kerap menjadi titik bentrokan, termasuk penggerebekan oleh pemukim Israel serta pembatasan akses bagi umat Muslim, sejak Yerusalem Timur diduduki pada Juni 1967.
Aksi penyerbuan oleh pemukim Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa sejatinya merupakan pola yang terus berulang dan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Didorong oleh gerakan nasionalis ekstrem kanan di dalam pemerintahan Israel, kunjungan sepihak yang sering kali disertai ritual keagamaan melanggar aturan status quo historis.
Menurut kesepakatan internasional, hanya umat Islam yang diizinkan beribadah di area tersebut, sementara penganut agama lain hanya diperbolehkan berkunjung sebagai wisatawan.
Pelanggaran berulang ini kerap memicu bentrokan sengit antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel, hingga memancing gelombang kecaman internasional serta eskalasi konflik yang lebih luas di wilayah pendudukan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Masjid Al Aqsa Pemukim Israel Yerusalem Timur





















