Sabtu, 02/05/2026 00:15 WIB

Mengenal Ki Hadjar Dewantara, Pahlawan Muslim dan Bapak Pendidikan Nasional





Ki Hadjar Dewantara adalah salah satu tokoh besar dalam sejarah Indonesia yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional.

Ilustrasi - Ki Hadjar Dewantara atau dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional (Foto: Kompas)

Jakarta, Jurnas.com - Ki Hadjar Dewantara adalah salah satu tokoh besar dalam sejarah Indonesia yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional.

Selain kontribusinya yang luar biasa dalam dunia pendidikan, beliau juga merupakan seorang pahlawan nasional yang memegang teguh nilai-nilai Islam dalam perjuangannya untuk memajukan bangsa.

Beliau memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, lahir pada 2 Mei 1889 di Pakualaman, Yogyakarta. Beliau berasal dari keluarga bangsawan, namun kehidupannya tidak terlepas dari semangat untuk memperjuangkan keadilan dan kesetaraan bagi rakyat kecil.

Dalam perjalanan hidupnya, Ki Hajar Dewantara memeluk Islam sebagai pedoman hidup yang membimbingnya dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan dan perjuangan kebangsaan.

Sebagai seorang Muslim yang taat, Ki Hadjar Dewantara percaya bahwa pendidikan adalah salah satu cara terbaik untuk membebaskan bangsa dari penjajahan.

Pada tahun 1922, ia mendirikan Taman Siswa, sebuah institusi pendidikan yang bertujuan memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat pribumi, termasuk mereka yang berasal dari golongan menengah ke bawah.

Pendekatan pendidikan yang diterapkannya sarat dengan nilai-nilai keislaman, seperti kejujuran, kerja keras, dan kasih sayang terhadap sesama.

Ki Hadjar Dewantara juga dikenal dengan semboyannya yang sangat inspiratif:

"Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani."

Semboyan ini mencerminkan filosofi pendidikan yang memadukan kepemimpinan, pembinaan, dan dukungan kepada peserta didik, yang sejalan dengan prinsip-prinsip Islam tentang tanggung jawab dan kepemimpinan.

Selain di dunia pendidikan, Ki Hadjar Dewantara juga aktif dalam pergerakan nasional melawan penjajahan. Pada tahun 1913, ia mendirikan organisasi Indische Partij bersama Douwes Dekker dan Tjipto Mangunkusumo.

Organisasi ini berupaya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari kolonialisme. Tulisan-tulisannya yang kritis terhadap pemerintah kolonial Belanda membuatnya diasingkan ke Belanda, namun ia memanfaatkan masa pengasingan tersebut untuk memperdalam ilmu dan memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan yang pertama.

Jasa-jasanya dalam dunia pendidikan dan perjuangan kemerdekaan membuatnya dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia.

Sebagai seorang Muslim, Ki Hadjar Dewantara menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada generasi muda.

Ia meyakini bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan pikiran, tetapi juga membangun karakter yang berlandaskan iman dan takwa. Hingga hari ini, tanggal lahirnya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, sebuah penghormatan atas jasa-jasanya yang tak ternilai.

Ki Hadjar Dewantara adalah sosok teladan yang menunjukkan bahwa semangat keislaman dapat berjalan seiring dengan perjuangan membangun bangsa.

Warisannya terus hidup dalam sistem pendidikan Indonesia dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus memperjuangkan kemajuan bangsa dengan nilai-nilai keimanan dan kebangsaan.

KEYWORD :

Ki Hadjar Dewantara Bapak Pendidikan Nasional Raden Mas Soewardi Soeryaningrat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :