Sabtu, 02/05/2026 00:15 WIB

Peringatan Hari Pendidikan Nasional Setiap 2 Mei, Ini Sejarah dan Tujuannya





Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia berhenti sejenak untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Gambar Ki Hadjar Dewantara, Tokoh Besar di Balik Peringatan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas (Foto: Arsip Manusia)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia berhenti sejenak untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Perayaan tahunan ini bukan sekadar rutinitas upacara bendera, melainkan sebuah manifestasi penghormatan bangsa terhadap sejarah panjang perjuangan intelektual yang digawangi oleh Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, atau yang lebih dikenal sebagai Ki Hadjar Dewantara.

Penetapan tanggal 2 Mei didasarkan pada hari kelahiran sosok legendaris tersebut pada tahun 1889. Melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959, Pemerintah Indonesia secara resmi mengukuhkan tanggal lahir sang `Bapak Pendidikan Nasional` sebagai hari besar nasional.

Keputusan ini diambil untuk mengabadikan jasa-jasa beliau yang dengan gagah berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah kolonial Belanda, yang pada masa itu bersifat diskriminatif dan hanya bisa diakses oleh kaum bangsawan serta keturunan Eropa.

Sejarah mencatat bahwa perlawanan Ki Hadjar Dewantara dilakukan melalui jalur diplomasi dan literasi. Kritik tajamnya melalui tulisan berjudul "Seandainya Aku Seorang Belanda" membuatnya diasingkan ke Belanda.

Namun, pengasingan tersebut justru menjadi ruang refleksi yang melahirkan visi besar untuk memerdekakan bangsa melalui jalur pendidikan. Sekembalinya ke tanah air, ia mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta.

Sekolah ini menjadi tonggak sejarah karena memberikan ruang bagi rakyat jelata untuk mengenyam pendidikan, sebuah hak yang sebelumnya dirampas oleh penjajah.

Warisan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang paling melekat dalam sanubari pendidikan Indonesia adalah trilogi kepemimpinan: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani.

Filosofi ini menekankan bahwa seorang pendidik harus mampu memberikan teladan di depan, membangun semangat di tengah, dan memberikan dorongan dari belakang.

Semboyan Tut Wuri Handayani pun kini abadi sebagai logo resmi kementerian pendidikan kita, menjadi pengingat bahwa tujuan pendidikan adalah menuntun kodrat anak agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

Dilihat dari tujuannya, Hardiknas dirayakan bukan hanya untuk menengok ke belakang, melainkan sebagai momentum refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan.

Peringatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat patriotisme di kalangan insan pendidikan serta memperkuat komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Di tengah arus globalisasi, Hardiknas menjadi pengingat bahwa pendidikan nasional harus tetap berakar pada budaya bangsa namun tetap adaptif terhadap transformasi zaman dan teknologi.

Dengan merayakan Hardiknas setiap 2 Mei, masyarakat diingatkan kembali bahwa pendidikan adalah kunci utama kemerdekaan yang sesungguhnya.

Semangat yang diwariskan oleh Ki Hadjar Dewantara diharapkan terus mengalir dalam setiap proses belajar mengajar, guna mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan budi pekerti yang luhur sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.

KEYWORD :

Peringatan Nasional 2 Mei Hari Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :