Sabtu, 21/10/2017 15:30 WIB

Internasional

Krisis Diplomatik, Erdogan Salahkan Amerika Serikat

Erdogan menyalahkan duta besar Amerika Serikat kepada Turki karena krisis diplomatik antara kedua negara

Erdogan di tengah-tengah pendukungnya (foto: Express)

Ankara - Presiden Tayyip Erdogan menyalahkan duta besar Amerika Serikat kepada Turki yang sebabkan  krisis diplomatik antara kedua negara. Ia mengatakan Ankara tidak lagi menganggapnya sebagai utusan Washington.

Dalam serangan pribadi terhadap Duta Besar John Bass, Erdogan mengatakan Bass bertindak secara sepihak dalam menangguhkan layanan visa di Turki setelah penangkapan seorang pekerja konsulat Amerika Serikat.

Departemen Luar Negeri AS membela Bass, dengan mengatakan ia mendapat dukungan penuh dari pemerintah Amerika Serikat dan tindakannya dikoordinasikan dengan Departemen Luar Negeri, Gedung Putih dan Dewan Keamanan Nasional.

"Duta besar kami tidak melakukan hal-hal sepihak," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert dalam sebuah briefing, dilansir Reuters pada Rabu (11/10)

"Kami memiliki koordinasi dan kerjasama yang sangat erat dengan duta besar kami. Ia mengatakan Bass sudah melakukan pekerjaan hebat di Turki," tambahnya

Perselisihan tersebut membuat hubungan antar dua sekutu NATO semakin terpuruk setelah berbulan-bulan ketegangan terkait konflik di Suriah, kudeta militer tahun lalu yang gagal di Turki, dan kasus pengadilan Amerika Serikat terhadap pejabat Turki.

Pada Minggu (8/10) Kedubes Amerika Serikat mengatakan, pihaknya menangguhkan layanan visa sementara waktu untuk menilai komitmen Turki terhadap keselamatan misi dan stafnya. Hal itu disampaikan melalui video yang dirilis oleh Bass pada Senin malam

Kedubes itu mengatakan tuduhan karyawan yang ditangkap memiliki hubungan dengan Fethullah Gulen, seorang ulama Muslim asal Amerika Serikat yang mendalangi kudeta yang gagal melawan Erdogan tahun lalu, tidak berdasar.

Nauert mengatakan Turki, yang  menahan dua anggota staf kedutaan Amerika Serikat tahun ini, memanggil seorang anggota staf lokal ketiga untuk diinterogasi selama akhir pekan, sebuah langkah sangat mengganggu. Beberapa dari mereka yang ditargetkan bertanggung jawab atas koordinasi penegakan hukum antar negara, katanya.

"Mampu memiliki kerjasama keamanan yang ketat, terutama dengan mitra NATO, sangat penting," kata Nauert. "Dan ketika mereka mulai menangkap, menahan orang-orang kita, orang-orang kita yang bertanggung jawab untuk koordinasi penegakan hukum, itu adalah perhatian utama kita. Jadi itulah sebabnya kami mengambil langkah-langkah ini."

TAGS : Turki Amerika Serikat Tayyip Erdogan




TERPOPULER :

TERKINI

Komdis PSSI Kenakan Sanksi Madura United

Madura United oleh PSSI dinilai telah melakukan pelanggar...

SBY Puji Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyampaikan ucapan selama...

Bosan Dikambing Hitamkan? Ikuti Tips Ini

Ini langkah-langkah buat kalian yang diperlakukan tidak a...

Kumpulkan Mainan, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Harnes menambahkan koleksinya hampir 2.000 keping, tapi d...

Ketua DPR: Pesantren Merupakan Roh Bangsa Indonesia

Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menghadiri Haul ke-28...

Pemahaman Pancasila Bendung Paham Radikal

Pemahaman radikal ini sangat berbahaya sebab paham terseb...

HNW: Komunis Radikalisme Paling Radikal

Sila-sila Pancasila bisa dijadikan alat untuk melaksanaka...

Bantahan Mantan PM Malaysia, "Saya Tak Hina Orang Bugis"

Pernyataan itu membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis M...

Wow, Pemakaman Raja Thailand Habiskan Dana Rp1,2 Triliun

Sebuah pemakaman yang mewah akan digelar oleh kerajaan un...

Kendaraan Freeport Ditembaki Orang Tak Dikenal

Penembakan terjadi terhadap kendaraan patroli Security an...

Amerika Akui Senjata Kimia Bukan Perbuatan Assad

AS telah mengakui bahwa serangan senjata kimia Sarin yang...