Kamis, 23/11/2017 08:58 WIB

Internasional

Militan Rohingya Bakar Rumah-Rumah di Rakhine

Militan etnis Rohingya kembali membakar rumah-rumah di negara bagian Rakhine dalam beberapa hari terakhir untuk mengintensifkan eksodus minoritas Muslim

Etnis Rohingya (Foto: Fred Dufour/AFP)

Jakarta - Kantor kepala komisaris Myanmar mengatakan, Militan etnis Rohingya kembali membakar rumah-rumah di negara bagian Rakhine dalam beberapa hari terakhir untuk untuk mengusir minoritas Muslim. Laporan itu juga sebagai teguran nyata atas tuduhan pembakaran yang dilakukan oleh tentara negara tersebut.

Lebih dari 500.000 Muslim Rohingya lari dari pertumpahan darah komunal di Myanmar dalam enam minggu terakhir dan jumlahnya meningkat lagi. Minggu ini Bangladesh melaporkan 4-5.000 warga sipil menyeberangi perbatasan setiap hari jeda setelah sempat berhenti, dan sekitar 10.000 lagi menunggu di daerah perbatasan.

Etnis Rohingya yang berhasil sampai ke Bangladesh menganggap ledakan tersebut terjadi menyusul kampanye intimidasi dan pembakaran oleh tentara Myanmar di bagian Rakhine yang masih merupakan tempat tinggal komunitas Muslim.

Namun sebuah pos di halaman Facebook kantor kepala tentara Min Aung Hlaing mengatakan, ledakan di tujuh rumah di sebuah desa Rohingya Rabu dini hari dimulai oleh seorang "Einu" atau seorang militan dari Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).

Pasukan keamanan "yang bekerja untuk aturan hukum" di Mi Chaung Zay di kota Buthidaung membantu warga desa memadamkan api yang "pecah sekitar 2:40 pada tanggal 4 Oktober", kata pos tersebut. Militan tersebut mendesak warga setempat untuk menyelamatkan diri dari desa Rohingya ke Bangladesh.

Eksodus meletus setelah serangan ARSA terhadap pos polisi Myanmar pada 25 Agustus. Pengungsi yang berhasil sampai ke Bangladesh menuduh tentara Myanmar membantai mereka dan membakar desa mereka.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan, data satelit memberikan bukti kampanye `bumi hangus` yang sistematis yang menargetkan desa Rohingya, atau menurut PBB pembersihan etnis. Namun tentara Myanmar membantah membakar desa Rohingya dan secara konsisten menuduh militan merobek rumah mereka sendiri sebelum melarikan diri meminta dukungan global untuk tujuan mereka.

Sejak krisis dimulai, media dan LSM internasional hanya diberi akses yang sangat terkontrol untuk kunjungan yang dilakukan secara resmi. Myanmar menyangkal kewarganegaraan Rohingya, yang menggambarkan mereka sebagai orang Bengali atau warga Bangladesh.

Angapan inilah yang diterima dengan baik di dalam Myanmar, di mana masyarakat tidak menunjukkan sedikit simpati kepada Rohingya, memberikan dukungan tak terduga pada tentara yang pernah memerintah negara tersebut dengan tangan besi, demikian AFP, Kamis (5/10)

TAGS : Myanmar Bangladesh Rohignya PBB




TERPOPULER :