Sabtu, 21/10/2017 15:20 WIB

Saksi Penting Korupsi e-KTP Tewas, KPK Koordinasi dengan LAPD dan FBI

KPK berkoordinasi dengan Los angles Police Departemen (LAPD) dan Federal Bureau of Investigation (FBI) terkait tewasnya saksi penting kasus e-KTP, Johannes Marliem.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkoordinasi dengan Los angles Police Departemen (LAPD) dan Federal Bureau of Investigation (FBI) terkait tewasnya saksi penting kasus e-KTP, Johannes Marliem di Amerika Serikat (AS). Salah satu yang dikoordinasikan menyangkut penyebab meninggalnya Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat tersebut.

"Nanti kita masih koordinasi dulu, pasti haruslah koordinasi," ujar Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang kepada Jurnas.com melalui pesan singkat, Sabtu (12/8/2017).

Lembaga antikorupsi sendiri mendapat informasi resmi prihal meninggalnya Johannes Marliem dari LAPD dan FBI. Kini, lembaga antikorupsi tengah menanti perkembangan informasi mengenai penyebab kematian tersebut dari aparat penegak hukum  AS tersebut.

"Biarkan apgakum AS bekerja dulu, kita tunggu laporan mereka saja, karena almarhumkan warga AS," ujar Saut.

"Kita tunggulah perkembangannya seperti penyebabnya," ditambahkan Saut.

Biomorf Lone LLC merupakan perusahaan yang menyediakan layanan teknologi biometrik. Perusahaan itu merupakan pemasok alat pengenal sidik jari atau automated fingerprint identification system (AFIS) ke konsorsium penggarap e-KTP tahun 2011-2013.

Johannes Marliem yang dikabarkan meninggal lantaran bunuh diri ini merupakan salah satu saksi penting kasus dugaan korupsi e-KTP. Johannes beberapa waktu lalu kepada media mengaku memiliki rekaman pertemuan dengan para perancang proyek e-KTP. Pertemuan itu disebut-sebut turut dihadiri oleh Ketua DPR RI Setya Novanto.
Rekaman itu disimpan oleh Marliem selama 4 tahun lamanya.

Disinggung hal itu, Saut mengaku belum menerima informasi. Lembaga antikorupsi memastikan penyidikan korupsi e-KTP akan tetap berjalan. Hal itu menyusul bukti yang telah dikantongi. Termasuk bukti untuk menjerat Markus Nari dan Setya Novanto sebagai tersangka.

"Saya belum dengar rekaman atau baca dokumen tentang apa yang almarhum sebutkan di media, apa kwalitas dan kwantitas buktinya seperti apa, apa berguna buat KPK atau tidak. Tunggu dulu lah kita masih mau konfirmasi dulu seperti apa posisi yang bersangkutan dalam kaitan bukti-bukti," tandas Saut.

TAGS : E-KTP KPK FBI Johannes Marliem




TERPOPULER :

TERKINI

SBY Puji Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyampaikan ucapan selama...

Bosan Dikambing Hitamkan? Ikuti Tips Ini

Ini langkah-langkah buat kalian yang diperlakukan tidak a...

Kumpulkan Mainan, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Harnes menambahkan koleksinya hampir 2.000 keping, tapi d...

Ketua DPR: Pesantren Merupakan Roh Bangsa Indonesia

Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menghadiri Haul ke-28...

Pemahaman Pancasila Bendung Paham Radikal

Pemahaman radikal ini sangat berbahaya sebab paham terseb...

HNW: Komunis Radikalisme Paling Radikal

Sila-sila Pancasila bisa dijadikan alat untuk melaksanaka...

Bantahan Mantan PM Malaysia, "Saya Tak Hina Orang Bugis"

Pernyataan itu membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis M...

Wow, Pemakaman Raja Thailand Habiskan Dana Rp1,2 Triliun

Sebuah pemakaman yang mewah akan digelar oleh kerajaan un...

Kendaraan Freeport Ditembaki Orang Tak Dikenal

Penembakan terjadi terhadap kendaraan patroli Security an...

Amerika Akui Senjata Kimia Bukan Perbuatan Assad

AS telah mengakui bahwa serangan senjata kimia Sarin yang...

Posting Angka Kejahatan di Inggris, Trump Dituding Menyebar Kebencian

Donald Trump dituding menyebarkan kejahatan dan kebencian...