Jum'at, 24/11/2017 17:46 WIB

Ini Sangkaan Setya Novanto jadi Tersangka E-KTP

SN melalui AA diduga telah mengondisikan peserta dan pemenang pengadaan barang dan jasa elektronik

Setya Novanto

Jakarta -  Ketua DPR Setya Novanto (SN) resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketum Partai Golkar ini ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan SN diduga memiliki peran dalam proyek e-KTP, baik dalam proses perencanaan dan pembahasan anggaran di DPR. Selain itu diduga berperan dalam proses pengadaan barang dan jaksa dalam proyek e-KTP. Dugaan korupsi yang diduga dilakukan SN melibatkan pengusaha Andi Agustinus (AA) alias Andi Narogong.

"SN melalui AA diduga telah mengondisikan peserta dan pemenang pengadaan barang dan jasa elektronik," kata Agus dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (17/7/2017) malam.

Dikatakan Agus, pihaknya meningkatkan penyidikan ke tahap penyidikan dan menetapkan Novanto sebagai tersangka setelah menemukan bukti pemulaan yang cukup setelah mencermati fakta persidangan perkara korupsi e-KTP yang membelit terdakwa Irman dan Sugiharto.

Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dengan memanfaatkan jabatannya sehingga merugikan keuangan negara sejumlah Rp 2,3 triliun. Atas dugaan itu, Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

"Setelah mencermati fakta persidangan terhadap Irman dan Sugiharto dalam dugaan tindak pidana korupsi e-KTP tahun 2011-2012, pada Kementerian Dalam Negeri, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk tetapkan tersangka,"

Ini merupakan tersangka keempat dalam kasus dugaan korupsi e-KTP yang ditetapkan KPK. Sebelumnya KPK telah lebih dahulu menetapkan Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus (AA) sebagai tersangka.

TAGS : E-KTP KPK Setya Novanto




TERPOPULER :