Kapal tanker Iran (Foto: Doknet)
Teheran, Jurnas.com - Sebuah jet tempur Amerika Serikat melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran di Teluk Oman, di saat kedua negara sepakat melakukan gencatan senjata.
Insiden ini terjadi saat Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang menunggu jawaban Teheran atas proposal terbaru untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa jet F/A-18 Super Hornet menggunakan amunisi presisi untuk menyerang dua kapal guna mencegah mereka melanjutkan perjalanan ke Iran.
Sebagai tanggapan, pejabat militer Iran menyatakan bahwa angkatan laut mereka telah "membalas pelanggaran gencatan senjata dan terorisme Amerika dengan serangan," meskipun kemudian menambahkan bahwa bentrokan tersebut telah mereda.
"Sangat tidak dapat diterima bagi Teheran untuk mengendalikan jalur minyak yang krusial tersebut. Kami mengharapkan tanggapan Iran terhadap proposal terbaru kami hari ini dan berharap itu adalah `tawaran yang serius`," ujar Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio di Roma.
Washington telah mengirimkan proposal melalui mediator Pakistan untuk memperpanjang gencatan senjata di Teluk guna memungkinkan pembicaraan penyelesaian akhir konflik yang dimulai 10 minggu lalu.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa proposal tersebut masih dalam peninjauan.
Di saat yang sama, ancaman lingkungan muncul setelah citra satelit dari monitor global Orbital EOS menunjukkan tumpahan minyak seluas lebih dari 52 kilometer persegi di lepas pantai Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran.
Penyebab pasti tumpahan tersebut belum dikonfirmasi, namun area tersebut berada di pusat industri ekspor minyak yang menjadi penopang ekonomi Iran.
Sabtu, 09/05/2026 18:28 WIB
Sabtu, 09/05/2026 12:15 WIB